
Kawan KISS FM
Memasuki hari ketiga pasca penutupan jalur Gunung Gumitir, warga Kabupaten Jember mulai merasakan dampak nyata berupa kelangkaan bahan bakar minyak, BBM. Sejak Sabtu pagi, 26 Juli 2025, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, SPBU, di Jember sudah kehabisan stok BBM, terutama jenis Pertalite.
Sejumlah SPBU telah memasang spanduk bertuliskan produk Pertalite sedang dalam proses pengiriman. Para petugas SPBU tampak hanya bisa menunggu, duduk beristirahat sembari menanti kedatangan pasokan BBM.
Kelangkaan juga terjadi di tingkat pengecer, kondisi ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi akibat kemacetan parah di jalur Ketapang, Situbondo. Menurut Ketua DPC Hiswana Migas Se-Besuki Raya, Ikbal Wilda Fardana, kemacetan masih berlangsung hingga saat ini, karena terbatasnya jumlah kapal penyeberangan yang beroperasi di Pelabuhan Ketapang.
Akibat kemacetan tersebut, distribusi BBM dan LPG ikut terganggu karena Terminal Bahan Bakar Minyak, TBBM, letaknya berdekatan dengan pelabuhan. Hingga Sabtu siang ini, belum ada pengiriman BBM ke Jember, sehingga banyak SPBU masih dalam kondisi kosong.
Ikbal menyebutkan, jika arus lalu lintas mulai normal, pengiriman BBM diperkirakan baru sampai ke SPBU pada Sabtu malam. Namun jika masih ada hambatan, kemungkinan distribusi baru akan tiba pada Minggu, 28 Juli 2025.
Saat ini, Kabupaten Jember memiliki 41 SPBU dan 6 SPPBE yang sudah mengalami keterlambatan pasokan.
Penutupan jalur Gunung Gumitir sejak Kamis, 24 Juli 2025, memang menambah panjang rute distribusi BBM dan LPG menuju Jember. Penutupan ini direncanakan berlangsung selama dua bulan, hingga 24 September 2025, dan berpotensi terus memengaruhi kelancaran distribusi BBM di Jember.
(870 views)