
Kawan KISS FM
Meskipun sudah ada imbauan larangan bagi kendaraan roda empat untuk melintasi jalur alternatif khusus roda dua di kawasan Gunung Gumitir, pada Sabtu, 26 Juni 2025, masih ditemukan pengemudi mobil yang nekat mencoba menerobos.
Petugas yang berjaga di depan gapura Perkebunan Gunung Gumitir, Mrawan, dengan tegas menolak kendaraan roda empat yang mencoba masuk. Mereka diarahkan untuk menggunakan jalur Pantura atau jalur Ijen sebagai alternatif resmi.
Namun, pada hari pertama dan kedua penutupan, beberapa kendaraan seperti truk dan mobil pikap pengangkut kambing masih terlihat melintasi jalur sempit tersebut. Hal ini sempat menghambat kelancaran lalu lintas roda dua.
Seorang pengendara roda dua asal Mayang, Abdul Aziz, kepada KISS FM mengatakan, dirinya yang setiap hari melintasi jalur alternatif menuju Banyuwangi untuk bekerja, mengaku jalannya masih berupa makadam dengan tanjakan dan tikungan tajam, mirip dengan jalur utama Gumitir.
Pada Jumat sore, 25 Juli kemarin, dia masih melihat ada truk dan pikap masuk. Akibatnya jalan jadi macet, dan dirinya butuh waktu hampir dua jam untuk sampai ke jalan raya.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Jember, Erwin Prasetyo, kembali mengingatkan bahwa jalur alternatif tersebut hanya diperuntukkan bagi roda dua.
Sesuai arahan, kendaraan roda empat harus melalui Pantura atau jalur Ijen. Jalur ini tidak aman untuk mobil karena sempit dan ekstrem.
Seperti diketahui, penutupan jalur utama Gunung Gumitir telah berlaku sejak 24 Juli 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga 24 September 2025 untuk mendukung proses perbaikan infrastruktur.
(511 views)