MUI Sebut Mayoritas Warga Jember Penolak Sound Horeg Takut Speak Up

Hearing antara Komisi A dan MUI Jember

Kawan KISS FM,

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember menyebut mayoritas warga penolak sound horeg di Jember takut speak up atau angkat bicara. Mereka takut mendapatkan intimidasi jika angkat bicara ke publik.

Demikian disampaikan Ustaz Faiz Kurnia Hadi, Sekretaris Tim Kajian Sound Horeg MUI Jember saat hearing dengan Komisi A DPRD Jember, Senin, 21 Juli 2025.

Faiz mengatakan, MUI sebagai konsideran dalam fatwa haram sound horeg MUI Jatim telah melakukan serangkaian penelitian mendalam. Penelitian dilakukan secara daring melalui dunia maya, dan secara nyata dengan terjun ke sejumlah lokasi.

MUI melakukan survei terhadap 100 orang responden yang dipastikan sehat secara jasmani dan rohani. Dari 100 responden yang disurvei tersebut, tidak sampai 10 persen menyatakan menerima dan mendukung sound horeg. Mereka mengatakan tidak mengalami dampak negatif dari sound horeg.

Sedangkan 90 persen lebih menyatakan menolak. Kendati demikian, mayoritas warga yang menolak merasa takut angkat bicara, karena khawatir diintimidasi, dibully, dan dipersekusi, seperti yang dialami warga Kecamatan Jenggawah pada bulan Mei 2025 lalu.

Lebih lanjut, Faiz yang juga merupakan Ketua Fatwa MUI Jember memastikan pihaknya akan terus mendorong pihak berwenang segera mengatur sound horeg di Jember. Sebab, jika hanya mengandalkan fatwa saja, maka tidak akan ada perubahan apa pun.

<<< Rusdi

(499 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.