
Kawan KISS FM,
Kasus penjualan pupuk bersubsidi yang melebihi harga eceran tertinggi (HET) di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, kini menjadi sorotan serius. Dugaan pelanggaran tersebut bahkan telah dilaporkan langsung ke Menteri Pertanian melalui layanan hotline kementerian.
Tak hanya itu, laporan juga menyebutkan adanya dugaan manipulasi data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), di mana kepemilikan lahan lebih dari dua hektare diturunkan menjadi satu hektare agar tetap bisa menerima jatah subsidi.
Menanggapi laporan tersebut, Komisi B DPRD Jember langsung mengambil langkah cepat dengan memanggil sejumlah pihak yang berkaitan dengan distribusi dan pengawasan pupuk bersubsidi. Mereka yang dipanggil dalam pertemuan di kantor DPRD Jember pada Rabu siang, 16 Juli 2025.
Mereka yang hadir antara lain, kelompok tani, pemilik kios pupuk di Kecamatan Jombang, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), perwakilan dari Pupuk Indonesia Cabang Jember, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember.
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fiyanto, menjelaskan bahwa laporan masyarakat ini diterima langsung oleh Kementerian Pertanian melalui jalur hotline. Meski laporan tersebut tidak mencantumkan harga secara rinci, namun informasi yang masuk cukup kuat untuk dijadikan dasar tindakan. Akibatnya, beberapa kios pupuk di Kecamatan Jombang telah diberikan sanksi oleh pihak Pupuk Indonesia.
Komisi B DPRD Jember juga merekomendasikan sejumlah langkah untuk mencegah kasus serupa terulang. Di antaranya, meminta dinas terkait dan pihak Pupuk Indonesia agar terus menjalin sinergi serta meningkatkan edukasi dan pembinaan terhadap kelompok tani maupun kios pupuk.
Selain itu, Dinas Pertanian juga diminta untuk melakukan pembaruan data petani dan lahan secara berkala, minimal setiap tiga bulan sekali. Pengawasan terhadap kinerja para PPL juga harus diperketat, karena mereka menjadi garda terdepan dalam distribusi informasi dan bantuan pertanian.
Tak hanya itu, Pupuk Indonesia pun diminta untuk lebih aktif mengevaluasi dan mengontrol jalur distribusinya, mulai dari tingkat distributor hingga ke kios-kios pengecer.
<<<< Fit
