Maraknya Warga Jember Mengeluh Melalui Wadul Gus’e, Sistem Di OPD Dinilai Tak Berjalan

Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi

Kawan KISS FM,
Pemkab Jember diminta tidak bangga dengan banyaknya aduan warga melalui saluran Wadul Gus’e. Semakin banyak keluhan yang masuk, justru menjadi indikator bahwa sistem di tiap-tiap OPD tidak berjalan dengan baik.

Seperti diketahui, pada Rabu 9 Juli 2025, Pemkab Jember merilis tentang Wadul Gus’e yang diklaim efektif dalam memberikan pelayanan publik. Salah satunya dilakukannya perbaikan perlintasan JPL 30 di Garahan, berkat laporan warga melalui Wadul Gus’e.

Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi, Kamis 10 Juli 2025 menyampaikan dukungan jika Bupati Jember Muhammad Fawait menggunakan saluran Wadul Gus’e sebagai alat pemetaan terhadap kinerja OPD.

Seharusnya, OPD yang mendapat keluhan terbanyak tidak berbangga diri. Sebab, banyaknya keluhan yang masuk melalui Wadul Gus’e menunjukkan bahwa sistem di OPD tersebut tidak berjalan dengan baik. Sehingga bupati perlu melakukan langkah strategis dengan melakukan penyegaran.

Lebih jauh Ayub juga berharap para pejabat yang menempati posisi baru bisa segera beradaptasi dan dapat menerjemahkan visi-misi Bupati Jember. Sebab, seorang bupati tidak mungkin bisa bekerja sendiri tanpa dibantu oleh pejabat OPD yang ada.

Sebelumnya, Pemkab Jember mengklaim sebanyak 80 persen lebih aduan yang masuk melalui saluran Wadul Gus’e telah terselesaikan. Atas kinerja itu, Fawait dinobatkan sebagai kepala daerah inovatif kategori penyelesaian pengaduan dan peningkatan pelayanan publik.

(555 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.