
Seorang petani di Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, Jember melakukan aksi bagi gratis tanaman tomatnya ke masyarakat di pinggir jalan.
Aksi ini dilakukan karena rendahnya harga tomat di tingkat petani. Bahkan dalam video yang beredar, petani tersebut sengaja membiarkan tanaman tomatnya mati mengering.
Hingga Rabu, 7 Agustus 2024, harga tomat di tingkat petani hanya berkisar Rp500 sampai Rp800 per kg.
Merespons hal tersebut, Ketua Asosiasi Petani Pangan Jatim, Jumantoro, berharap agar pemerintah turun tangan untuk mengendalikan harga komoditi tomat agar tidak terlalu terjun bebas.
Sebab, tomat merupakan salah satu tanaman yang tidak memperoleh alokasi pupuk subsidi dari pemerintah. Menurutnya, agar petani bisa untung, harga tomat di tingkat petani minimal Rp5000, karena tingginya biaya produksi.
Jumantoro mengatakan bahwa setelah meninjau lokasi tanaman tomat yang dibiarkan kering tersebut, para petani tampak masih memanen tomat di pohon yang sudah mengering. Upaya itu dilakukan agar buah tomat yang ditanam bisa tetap bermanfaat dengan cara dibagikan ke warga.
Tomat-tomat tersebut terus dibagikan gratis secara berkala kepada masyarakat dengan diangkut menggunakan pick-up. Para ibu-ibu pun tampak antusias menerima pemberian tomat gratis tersebut.
Padahal, harga tomat di Jember sejak Ramadan hingga pasca Lebaran Idul Fitri bisa mencapai Rp35 ribu per kg di tingkat pedagang pasar. Kini harga tomat terus terpantau anjlok sejak satu bulan terakhir.
— Ulil
(1.482 views)