Kawan KISS FM.
Sejumlah peristiwa mewarnai pergerakan harga komoditas dan kondisi ekonomi di Kabupaten Jember selama Oktober 2026. Mulai dari kemarau ekstrem yang menekan produksi sejumlah komoditas hortikultura, penurunan harga emas, hingga antrean panjang bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, Senin, 2 November, menjelaskan, kondisi kemarau yang cukup ekstrem selama Oktober berdampak terhadap produksi sejumlah komoditas yang membutuhkan banyak air. Di antaranya cabai merah, cabai rawit, dan ketimun. Penurunan produksi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga komoditas pangan di Jember.
Selain komoditas hortikultura, harga emas juga mengalami penurunan selama Oktober 2026. Kondisi ini dipengaruhi koreksi harga emas global akibat penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Ekspektasi kenaikan suku bunga serta aksi ambil untung atau profit taking oleh investor turut menekan harga emas.
Sementara itu, penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras dipengaruhi melimpahnya pasokan dari tingkat peternak. Selain itu, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sempat libur beroperasi sehingga permintaan terhadap kedua komoditas tersebut ikut menurun.
Di sisi lain, Jember juga sempat mengalami antrean panjang pembelian BBM pada Oktober 2026. Kondisi tersebut dipicu penyesuaian pola dan jadwal distribusi akibat terganggunya kedatangan kapal tanker di tengah konflik geopolitik global.
Jarak distribusi BBM dari Terminal BBM Tanjungwangi, Banyuwangi, turut menjadi faktor yang memperberat kondisi tersebut. Antrean semakin meningkat akibat peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite serta aksi pembelian berlebihan atau panic buying.
Meski demikian, stok dan volume pengiriman BBM ke Jember dipastikan tetap aman. Peni menjelaskan, berbagai peristiwa tersebut menjadi catatan penting dalam melihat dinamika harga komoditas dan perkembangan inflasi Jember selama Oktober 2026.
<<<<< Ulil
(35 views)