
Kawan KISS FM.
Ratusan warga Dusun Lamparan, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, mengaku menjadi korban arisan fiktif dengan total kerugian mencapai sekitar 400 juta rupiah.
Para korban mendatangi Balai Desa Kertosari, Minggu malam, 1 November 2026, untuk menagih pembayaran kepada ketua arisan berinisial Solehatin.
Salah satu korban, Madinatul Munawaroh, mengatakan, arisan tersebut telah berlangsung sejak 2024 dengan sistem lotre botol. Terdapat tiga kategori arisan, yakni mingguan dengan nilai 4,3 juta rupiah, dua mingguan 7,5 juta rupiah, dan bulanan sekitar 17 juta rupiah.
Menurutnya, pada dua putaran pertama arisan berjalan lancar. Namun, memasuki putaran ketiga, anggota mulai curiga karena arisan tidak kunjung selesai dan banyak peserta belum menerima giliran.
Kecurigaan semakin kuat setelah para anggota membongkar undian yang dibuat ketua arisan. Mereka menemukan sejumlah nama yang ternyata bukan anggota arisan atau diduga fiktif. Hingga saat ini, tercatat 54 korban telah melapor dengan nominal kerugian yang berbeda-beda. Total kerugian diperkirakan mencapai 400 juta rupiah.
Ia menyebut, para korban sebenarnya telah melaporkan kasus tersebut ke polisi pada 17 Maret 2025. Namun, hingga kini mereka masih menunggu pengembalian uang.
Para korban berharap ketua arisan segera memenuhi janjinya untuk menjual tanah sawah guna membayar kerugian anggota. Sebab, sebagian korban berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dan sangat membutuhkan uang tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Kertosari, Budi Wijayanto, mengatakan, mediasi pada Minggu malam, 1 November, merupakan pertemuan ketiga yang difasilitasi pemerintah desa.
Dalam mediasi tersebut, ketua arisan Solehatin kembali berjanji akan menjual tanah sawahnya untuk mengembalikan uang para korban. Ia juga menyerahkan surat perjanjian serta dokumen berupa akta tanah sebagai jaminan.
Pemerintah desa berharap komitmen tersebut segera direalisasikan agar persoalan arisan yang telah berlarut-larut selama sekitar dua tahun itu dapat diselesaikan.
<<<<RUSDI
(26 views)