Hujan Diharapkan Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Argopuro

Kawan KISS FM.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Dataran Tinggi Yang, Gunung Argopuro, belum sepenuhnya padam meski hujan sempat mengguyur kawasan tersebut. Petugas masih menemukan titik api dan kepulan asap di sejumlah lokasi, terutama di sisi utara Cemoro Limo dan lereng puncak Argopuro.

Berdasarkan laporan terakhir dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, hingga Jumat, 23 Oktober 2026, pemantauan dan pemadaman sisa kebakaran masih berlangsung.

Hujan yang mulai turun di kawasan Argopuro diharapkan membantu proses pemadaman. Berdasarkan hasil pemantauan cuaca dari BMKG pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 13.18 WIB, hujan dengan intensitas sedang terpantau berlangsung di wilayah Panti hingga Sumberbaru.

Kepala Bidang BKSDA Wilayah III Jember, Purwantono, menjelaskan, pemantauan saat ini dilakukan melalui peta titik panas atau hotspot. Pemadaman secara langsung terkendala akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau dan memiliki topografi terjal.

Menurut Purwantono, petugas membutuhkan waktu berhari-hari untuk mencapai sejumlah titik kebakaran. Kondisi medan yang berat juga menyulitkan mobilisasi personel maupun peralatan pemadaman.

Karena itu, pemantauan melalui peta hotspot menjadi salah satu cara untuk mengetahui perkembangan kondisi kebakaran di kawasan konservasi tersebut.

Purwantono menyebutkan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat dapat menjadi salah satu opsi bantuan untuk mendukung penanganan kebakaran, terutama jika kondisi memungkinkan. 

Koordinasi juga dilakukan dengan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Situbondo dan Jember, serta Probolinggo.

Dia menyebut, kawasan yang terbakar perlu terus dipantau saat hujan kembali turun. Hilangnya tutupan vegetasi dan perubahan kondisi tanah akibat kebakaran berpotensi memengaruhi aliran air di lereng pegunungan.

Namun, tingkat risiko banjir tetap perlu dikaji berdasarkan kondisi tanah, kemiringan lereng, intensitas kebakaran, dan karakteristik daerah aliran sungai.

BBKSDA Jawa Timur menyebutkan, luas kawasan SM Dataran Tinggi Yang per 16 Oktober yang terbakar mencapai sekitar 1.381 hektare.

<<<<ULIL

(60 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.