
Kawan KISS FM.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi Gunung Argopuro terus menjadi perhatian. Data pemantauan hotspot hutan konservasi mencatat 26 titik api di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Dataran Tinggi Yang, Rabu, 21 Oktober 2026.
Kepala Bidang BKSDA Wilayah III Jember, Purwantono, menjelaskan, berdasarkan peta satelit yang dirilis Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, titik panas terdeteksi di dalam dan sekitar kawasan konservasi. Data tersebut diproses pada Rabu pukul 14.05 WIB.
Dari total 26 titik yang terpantau, satu titik berstatus high confidence atau memiliki tingkat kepercayaan tinggi sebagai indikasi titik api, sedangkan 25 titik lainnya berstatus medium confidence atau tingkat kepercayaan menengah. Titik dengan tingkat kepercayaan tinggi berada di sisi timur kawasan, sementara titik-titik lainnya tersebar di bagian tengah dan barat.
Berdasarkan peta pemantauan, kawasan yang terindikasi terdampak kebakaran berada di sekitar batas SM Dataran Tinggi Yang, Cagar Alam Sungai Kolbu, dan Cagar Alam Iyang Plateau. Secara administratif, kawasan tersebut mencakup wilayah Kabupaten Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Probolinggo. Sementara itu, kepulan asap dilaporkan terlihat jelas dari Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Jember.
BKSDA mengimbau masyarakat, khususnya pendaki dan pencari rumput, agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara dibakar. Kondisi kemarau panjang yang disertai potensi angin kencang dapat meningkatkan risiko api meluas ke kawasan hutan.
Sementara itu, tim gabungan yang melibatkan BKSDA, TNI-Polri, dan relawan masih berupaya melakukan pemadaman secara manual. Upaya penanganan terkendala kondisi medan di kawasan puncak Argopuro yang terjal dan sulit dijangkau.
<<<< HAFIT
(37 views)