Hari Ke-10 Tragedi KMP Virgo, Empat Warga Jember Masih Belum Ditemukan

Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo

Kawan KISS FM.

Memasuki hari ke-10 operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8, empat warga Kabupaten Jember yang menjadi penumpang kapal tersebut masih belum ditemukan.

Untuk mendukung proses identifikasi apabila korban ditemukan, BPBD Jember bersama Pos SAR Jember mendatangi keluarga empat korban dan melakukan pengambilan sampel DNA.

Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo dalam rilis resminya pada Selasa, 22 September 2026, memastikan tidak ada penambahan jumlah korban asal Jember.

Total masih terdapat empat warga Jember yang dinyatakan hilang, yakni;

Niki Armi Minamri Robby, 34 tahun, warga Dusun Krajan 1, Desa Karangduren, Kecamatan Balung. Korban merupakan sopir truk P 8332 ED yang mengangkut ikan milik ekspedisi Ghaniy.

M. Abdul Rosyid, 30 tahun, warga Dusun Leces, Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah. Korban merupakan kernet truk P 8332 ED muatan ikan ekspedisi Ghaniy.

Avejaya Ruddinka, 44 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Seputih, Kecamatan Mayang. Korban merupakan kernet truk AD 8807 NA yang membawa paket ekspedisi BMT.

Kemudian Mahmud Sahudi, 43 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Korban merupakan kernet truk L 8655 NB yang membawa paket ekspedisi Riki.

Keempat warga Jember tersebut merupakan bagian dari 123 orang yang hingga kini masih dalam pencarian dari total 243 penumpang KMP Virgo Transport 8.

Sementara itu, sebanyak 120 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan 12 orang meninggal dunia.

Untuk mempercepat proses identifikasi apabila korban ditemukan, pengambilan sampel DNA keluarga empat warga Jember yang hilang telah dilakukan pada Senin, 21 September 2026.

Sampel DNA tersebut kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Bondowoso untuk diserahkan kepada Tim DVI Polda Jawa Timur.

Edy mengatakan, sampel DNA keluarga korban telah dibawa ke rumah sakit untuk selanjutnya diserahkan kepada Tim SAR dan diteruskan ke pusat sebagai bagian dari proses identifikasi. 

Sementara itu, Edy mengatakan Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di lokasi pencarian.

Pada Minggu, 20 September 2026, satu jenazah laki-laki berhasil dievakuasi dan hingga kini masih dalam proses identifikasi.

Kemudian pada Senin, 21 September 2026 sekitar pukul 11.20 WIB, dua korban meninggal dunia kembali berhasil dievakuasi dan langsung dibawa menuju Tim DVI Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi.

Operasi SAR gabungan juga resmi diperpanjang selama tujuh hari hingga Sabtu, 26 September 2026 sebagai batas akhir pencarian. Selain enam korban meninggal dunia yang telah dirilis sebelumnya, terdapat tambahan tiga korban meninggal yang berhasil dievakuasi pada Jumat, 19 September 2026.

Ketiga korban tersebut berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan. Mereka masing-masing Surya, laki-laki 29 tahun, warga Kabupaten Tapin; Yuli, perempuan 29 tahun, warga Banjarmasin; dan Muhammad Abdia Nur, laki-laki 30 tahun, warga Banjarmasin. Yuli dan Muhammad Abdia Nur diketahui merupakan pasangan suami istri.

<<<< HAFIT

(45 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.