
Kawan KISS FM.
Harga tembakau Kasturi di Kabupaten Jember tahun ini dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan musim sebelumnya. Kondisi ini dikhawatirkan membuat petani mengalami kerugian karena biaya produksi justru meningkat.
Pengurus APTI Jawa Timur, Abdurrahman, Kamis 10 September mengatakan, harga tertinggi atau top grade tembakau Kasturi tahun ini baru mencapai Rp63 ribu per kg sementara tahun sebelumnya bisa mencapai Rp78 ribu per kg.
Penurunan harga tersebut juga berdampak pada harga di tingkat grade lainnya. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan perhatian pemerintah agar pemasaran tembakau dapat diatur sehingga petani tetap memperoleh keuntungan.
Abdurrahman berharap pemerintah turun tangan menengahi persoalan harga tembakau Kasturi, sehingga penurunan harga tidak semakin menekan petani.
Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Petani Tembakau Kasturi Jember, Didik. Ia berharap pemerintah mengambil langkah agar harga tembakau tetap memberikan keuntungan bagi petani.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Petani Jember, Jumantoro menyebut telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan serta berkoordinasi dengan APTI dan Asosiasi Petani Tembakau Kasturi Jember.
Dari hasil pengecekan tersebut, harga tembakau Kasturi tahun ini dinilai masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, biaya produksi tembakau tahun ini mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 20 persen.
Kondisi tersebut dinilai semakin mempersempit margin keuntungan petani. Karena itu, Forum Komunikasi Petani Jember meminta pemerintah daerah meningkatkan keberpihakan kepada petani tembakau dengan menjaga agar harga tidak turun terlalu dalam.
Para petani berharap campur tangan pemerintah dapat mencegah harga tembakau Kasturi terus merosot, sehingga hasil panen tetap mampu menutup biaya produksi dan memberikan keuntungan bagi petani.
<<<< Ulil
(15 views)