Harga Gabah di Jember Melampaui HPP di Tengah Cuaca Kemarau dan El Nino

Kawan KISS FM.

Harga Gabah Kering Panen atau GKP di tingkat petani di Jember sempat berada di kisaran Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram. Bahkan, gabah dengan kualitas bagus disebut bisa terjual di atas Rp8.000 per kilogram.

Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia, Jumantoro, mengatakan, berdasarkan pantauan dan informasi dari sejumlah petani, harga tersebut cukup menguntungkan bagi petani. Namun, tingginya harga gabah tidak serta-merta membuat keuntungan petani meningkat signifikan karena produktivitas tanaman padi mengalami penurunan akibat cuaca ekstrem dan fenomena El Nino.

Menurutnya petani dengan produktivitas sekitar 5 hingga 6 ton per hektare dan harga gabah Rp8.000 per kilogram memang masih mendapatkan keuntungan. Namun, keuntungan tersebut dinilai belum bisa dikategorikan sebagai keuntungan besar.

Sementara itu, perkembangan harga gabah di lapangan menunjukkan perubahan dalam waktu singkat. Dia menyebut, setelah sebelumnya harga masih bisa mencapai sekitar Rp8.000 per kilogram, informasi terbaru dari petani per Rabu 2 September, yang melakukan panen menunjukkan harga GKP turun ke kisaran Rp7.200 hingga Rp7.700 per kilogram.

Dia mengaku belum mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan penurunan harga gabah tersebut. Namun, perubahan harga ini menjadi perhatian petani, terutama di tengah kondisi produktivitas yang menurun akibat dampak cuaca ekstrem dan El Nino. 

Ia meminta pemerintah dan para pemangku kebijakan tidak melihat tingginya harga gabah sebagai indikator bahwa petani memperoleh keuntungan besar. Sebab, penurunan produktivitas dapat menggerus pendapatan petani, meskipun harga gabah berada di atas Harga Pembelian Pemerintah atau HPP sebesar Rp6500 per kg.

Dia menegaskan, kondisi ideal bagi petani bukan hanya harga gabah yang tinggi, tetapi juga produktivitas yang tetap terjaga.

<<<< Ulil

(40 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.