Diduga Picu Keracunan Siswa, SPPG Jatiagung Gumukmas Disuspend

Kawan KISS FM.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Jatiagung, Kecamatan Gumukmas, dihentikan sementara atau disuspend menyusul dugaan keracunan makanan program Makanan Bergizi Gratis atau MBG.

Sedikitnya 29 warga dilaporkan mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG yang didistribusikan SPPG Jatiagung. Mereka terdiri dari 27 siswa MI Al Islah, seorang ibu, dan seorang balita.

Wakil Ketua Satgas MBG, Ahmad Khoirozi, Kamis 24 September 2026, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Selasa 22 September 2026.

Para korban mengalami sejumlah keluhan, di antaranya mual, pusing, muntah hingga demam. Kasus tersebut kini masih ditangani pihak berwenang untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para korban.

Khoirozi yang juga anggota Komisi B DPRD Jember mengatakan, penghentian sementara terhadap SPPG Jatiagung dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas kejadian tersebut. Menurutnya, sanksi dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga satu tahun, bahkan penghentian secara permanen, tergantung hasil evaluasi dan pemeriksaan. 

Kasus ini menjadi perhatian karena sebelumnya Bupati Jember telah mengingatkan seluruh SPPG agar mengelola dan mendistribusikan makanan MBG sesuai prosedur serta memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Sementara itu, dugaan keracunan puluhan siswa tersebut terjadi pada Selasa 22 September 2026 di MI Al Islah, Dusun Jatiagung, Desa Gumukmas.

Peristiwa bermula sekitar pukul 06.30 WIB, saat pihak sekolah menerima kiriman menu MBG dari SPPG Jatiagung. Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, telur bumbu Pontianak, oseng wortel dan sawi putih, serta buah kelengkeng.

Sekitar pukul 09.30 WIB, susu kedelai menyusul dibagikan kepada para siswa dalam kondisi masih hangat.

Sekitar satu jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuhnya. Mereka mengalami mual, pusing, muntah hingga demam.

Sebanyak 16 siswa kemudian mendapatkan pertolongan pertama di lokasi dan diperbolehkan pulang. Sementara 12 siswa bersama seorang balita dibawa ke Puskesmas Gumukmas untuk mendapatkan penanganan medis.

<<<< Hafit

(51 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.