
Kawan KISS FM.
Organisasi spiritual Yakuza Maneges resmi mendeklarasikan kepengurusannya di wilayah Jember. Deklarasi berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha Jember, Minggu malam, 2 Agustus 2026.
Deklarasi tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah LSM, organisasi kemasyarakatan, serta para ketua perguruan silat di Jember.
Ketua Yakuza Maneges Wilayah Jember, Eko Mulyadi, mengatakan, Yakuza Maneges membawa filosofi yang menekankan proses perubahan diri dan upaya mendekatkan diri kepada Tuhan.
Menurut Eko, Yakuza merupakan singkatan dari “Yang Awalnya Kotor Ujungnya Zuhud Abadi”. Sementara Maneges merupakan nama akhir dari pimpinan Yakuza Maneges, Den Gus Thuba Topo Broto Maneges atau Gus Thuba.
Selain itu, Maneges merupakan istilah Jawa Kuno yang dimaknai sebagai upaya memusatkan jiwa dan raga kepada Sang Pencipta.
Yakuza Maneges, kata Eko, juga mengenalkan konsep “Santri Jalur Kiri”, yakni mereka yang pernah tersesat atau berada di jalan yang salah, tetapi memiliki kesempatan untuk kembali dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Eko menambahkan, organisasi tersebut berdiri di bawah naungan Majelis Sema’an Al-Quran dan Dzikrul Ghofilin.
Ia menegaskan, keberadaan Yakuza Maneges bukan untuk mengambil alih ataupun menyaingi tugas aparat penegak hukum. Organisasi ini membawa misi amar ma’ruf nahi mungkar, kemanusiaan, dan keadilan sosial.
Yakuza Maneges juga menyatakan diri sebagai organisasi nonpartisan dan terbuka untuk berkolaborasi dengan TNI dan Polri, lembaga negara, tim pengacara, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Deklarasi Yakuza Maneges Wilayah Jember sekaligus dikukuhkan langsung oleh pimpinan Yakuza Maneges, Den Gus Thuba Topo Broto Maneges atau Gus Thuba. Ia merupakan cucu ulama kharismatik KH. Hamim Djazuli, yang dikenal luas dengan sebutan Gus Miek.
Yakuza Maneges sebelumnya dibentuk dan resmi dideklarasikan di Kediri pada 9 Mei 2026. Setelah itu, organisasi tersebut berkembang dan membentuk kepengurusan di sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut kehadiran Yakuza Maneges di Kabupaten Jember. Ia meyakini organisasi tersebut dapat menjadi mitra baru bagi pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program kemasyarakatan.
Fawait juga menilai, apabila kehadiran Yakuza Maneges sempat menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat, hal tersebut diyakini tidak akan berlangsung lama.
<<<< Aja
(34 views)