
Kawan KISS FM,
Rencana Pemerintah Kabupaten Jember mengajukan pinjaman sekitar 786,5 miliar rupiah dinilai masih relatif kecil dibandingkan kemampuan pembiayaan daerah. Pengamat sekaligus praktisi hukum, Anasrul, mengatakan pinjaman tersebut perlu didukung karena Jember membutuhkan percepatan pembangunan, terutama untuk penerangan jalan umum, perbaikan jalan, dan rumah sakit.
Menurut Anasrul, nilai pinjaman tersebut hanya sekitar 3,6 persen dari APBD Jember. Padahal, berdasarkan kajiannya terhadap ketentuan yang berlaku, ruang pembiayaan daerah masih memungkinkan hingga sekitar 15 persen.
Anasrul menilai peruntukan pinjaman sudah tepat karena diarahkan untuk pembangunan aset daerah, bukan membiayai gaji, hibah, maupun bantuan sosial. Namun, ia mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam penggunaan dana karena pencairan pinjaman berpotensi dilakukan secara bertahap.
Ia juga mendorong DPRD Jember membentuk tim khusus untuk mengawal penggunaan dana pinjaman dan melibatkan masyarakat. Menurutnya, pengawasan penting agar penggunaan anggaran transparan dan tidak menimbulkan masalah pada tahap pencairan berikutnya.
Terkait bunga, Anasrul menyebut informasi yang diterimanya berada di kisaran enam persen per tahun. Jika dikembalikan selama empat tahun, bunga pinjaman diperkirakan mencapai sekitar 118 miliar rupiah, sehingga total pengembalian bisa menembus 900 miliar rupiah.
Meski menimbulkan beban pengembalian, Anasrul menilai pembangunan tidak perlu terus ditunda karena biaya pembangunan berpotensi meningkat. Ia menyebut pembangunan jalan dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Sementara PJU dapat meningkatkan keamanan dan mendorong aktivitas UMKM.
<<<< RUSDI
(63 views)