PENCEGAHAN BANJIR, DESA NOGOSARI BERSAMA AKADEMISI BANGUN EWS DI MUSIM KEMARAU

Kawan KISS FM.

Upaya pencegahan banjir di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember, mulai dilakukan sejak musim kemarau saat ini. Pemerintah Desa Nogosari bersama akademisi Universitas Jember (Unej) membangun sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir saat musim penghujan.

Sistem peringatan dini tersebut menjadi bagian dari Kampung Tanggap Bencana (Kamtab) yang digagas tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unej.

Salah satu inovasi utama program ini adalah SI-TANGGAP, SI-INFO, yakni sistem peringatan dini banjir berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan ketinggian air dan penyampaian informasi kepada masyarakat ketika indikator ancaman banjir mulai terdeteksi.

Pembangunan EWS dilakukan saat musim kemarau sebagai bagian dari strategi kesiapsiagaan lebih awal. Masyarakat tidak hanya dipersiapkan ketika banjir sudah terjadi, tetapi mulai dibekali sistem deteksi dan mekanisme respons sebelum memasuki musim penghujan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unej, Fendi Setyawan mengatakan, sistem tersebut telah diluncurkan di Desa Nogosari sejak Kamis lalu 20 Agustus, dan dipastikan akan terus dipantau fungsinya terutama saat musim penghujan nanti tiba.

Dia menyebut Desa Nogosari memiliki pengalaman menghadapi banjir cukup signifikan. Kondisi tersebut berkaitan dengan adanya beberapa aliran sungai besar yang bertemu di wilayah tersebut. 

Karena itu, pengembangan sistem peringatan dini dinilai relevan untuk memperkuat perlindungan masyarakat. Namun, keberadaan teknologi tetap harus diikuti peningkatan kesadaran dan kemampuan warga dalam merespons potensi bencana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, menilai keberadaan EWS dapat mempercepat proses evakuasi masyarakat ketika ancaman banjir terdeteksi. Sistem tersebut diharapkan mampu menekan risiko korban dengan memberikan waktu lebih awal bagi warga untuk menyelamatkan diri. 

Ketua Tim PPK Ormawa BEM FKM Unej, Savero Gian Purnomo, menjelaskan bahwa pengembangan Kamtab dilakukan berdasarkan hasil diskusi dan musyawarah bersama masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan. Sistem yang dibangun juga terus dikembangkan dan diuji agar sesuai dengan kebutuhan warga.

<<<< ULIL

(25 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.