
Kawan KISS FM.
Komisi D DPRD Kabupaten Jember merekomendasikan agar anggaran pengadaan seragam kelompok pengajian sebesar Rp22,5 miliar dialihkan untuk sejumlah program yang dinilai lebih prioritas bagi masyarakat.
Anggaran pengadaan seragam tersebut sebelumnya telah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS APBD Jember 2027.
Ketua Komisi D DPRD Jember, Sunarsih Khoris, Rabu, 25 Agustus 2026, mengatakan rekomendasi pengalihan anggaran tersebut disampaikan dalam pembahasan dan penyelarasan bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Jember.
Menurutnya, anggaran Rp22,5 miliar itu lebih baik dialokasikan untuk memperluas program yang manfaatnya dinilai lebih mendesak. Salah satunya dengan menambah penerima bantuan guru ngaji, dari sebelumnya 22 ribu menjadi 27 ribu penerima pada 2027.
Selain itu, anggaran tersebut juga dapat digunakan untuk menambah penerima bantuan bagi marbot, memperluas cakupan program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian atau JKK-JKM, serta mendukung bantuan operasional pondok pesantren.
Komisi D juga mendorong agar sebagian anggaran dapat diarahkan untuk program kesejahteraan masyarakat lainnya, termasuk penguatan penanganan bencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jember.
Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan rencana pengadaan seragam pengajian tersebut merupakan hasil serap aspirasi masyarakat. Aspirasi itu, antara lain, disampaikan dalam kegiatan Bunga Desaku atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kelompok pengajian menyampaikan usulan bantuan seragam kepada pemerintah daerah.
Kelompok pengajian yang nantinya berhak menerima bantuan harus memiliki sedikitnya 25 anggota dan terlebih dahulu mendapatkan pengakuan melalui musyawarah desa. Sementara data penerima seragam akan bersumber dari ketua masing-masing kelompok pengajian.
Namun, Hafid mengatakan rencana pengadaan seragam masih memungkinkan untuk ditinjau kembali apabila terdapat program lain yang dinilai lebih prioritas dan lebih dibutuhkan masyarakat.
Dengan demikian, usulan pengalihan anggaran Rp22,5 miliar tersebut masih akan menjadi bagian dari pembahasan pemerintah daerah dan DPRD dalam penyusunan APBD Jember 2027. HAFIT
(45 views)