
Kawan KISS FM,
Dampak El Nino di Kabupaten Jember semakin meluas. Hingga pertengahan Agustus 2026, sedikitnya tujuh kecamatan terdampak bencana kekeringan, mulai dari krisis air bersih hingga kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Dua wilayah terbaru yang dilaporkan mengalami krisis air bersih berada di Kecamatan Bangsalsari dan Jelbuk.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, di Dusun Dukuh II, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, sebanyak 75 kepala keluarga terdampak. Rinciannya, 30 KK berada di RT 02 dan 45 KK di RT 03.
BPBD Jember bersama Perumdam Tirta Pandalungan telah menyalurkan 5.000 liter air bersih ke empat tandon yang telah disiapkan warga. Distribusi berikutnya direkomendasikan dilakukan sebanyak 5.000 liter setiap lima hari sekali. Bahkan, distribusi pada Kamis kemarin merupakan penyaluran tahap kedua.
Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat BPBD Jember, selama ini warga mengandalkan jaringan pipanisasi yang bersumber dari mata air sungai di perbatasan Desa Tugusari. Namun, kondisi sumber air tersebut kini tercemar dan kotor sehingga tidak lagi layak untuk dikonsumsi.
Sementara itu, di Kecamatan Jelbuk, krisis air bersih terjadi di Dusun Sumber Tengah, RT 01 RW 01, Desa Panduman. Sebanyak 102 KK dari total 180 KK di wilayah tersebut membutuhkan pasokan air bersih.
Edy menjelaskan, jaringan pipanisasi air bersih di wilayah tersebut telah tidak berfungsi sejak April lalu. Memasuki musim kemarau, sumur-sumur milik warga juga mulai mengering dan sebagian kondisinya kotor.
Akibatnya, warga harus mengambil air dari sumur bor yang berada di Balai Desa Panduman dengan jarak sekitar 2,5 kilometer.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, BPBD Jember telah menyalurkan 5.000 liter air bersih ke empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Bantuan akan terus diberikan sembari menunggu pemerintah desa melakukan perbaikan jaringan pipanisasi dan pompa sumur bor.
Sebelumnya, krisis air bersih juga melanda Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari; Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat; Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo; serta Dusun Pelinggihan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Selain krisis air bersih, BPBD juga menangani kejadian karhutla di wilayah Kecamatan Wuluhan.
BPBD Jember bersama PMI Jember, Perumdam Tirta Pandalungan, pemerintah desa, dan para relawan terus melakukan distribusi air bersih secara berkala ke sejumlah wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sembari menunggu kondisi cuaca kembali membaik dan hujan turun di wilayah Jember.
<<<< HAFIT
(75 views)