
Kawan KISS FM.
Pembahasan usulan pinjaman daerah senilai Rp786,5 miliar dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 masih memunculkan perbedaan pandangan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember.
Perbedaan sikap bahkan terlihat di kalangan fraksi pendukung Bupati Jember yang menjadi anggota Banggar.
Anggota Fraksi PKS, Nur Hasan, kembali menegaskan penolakan terhadap rencana pinjaman tersebut dalam rapat Banggar di Ruang Badan Musyawarah DPRD Jember, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, Fraksi PKS hanya dapat menerima skema pinjaman dengan nilai maksimal Rp200 miliar. Ia meminta pemerintah daerah melakukan realokasi anggaran dari pos belanja yang dinilai kurang prioritas agar kebutuhan pembangunan tetap dapat dibiayai tanpa menambah beban utang yang besar.
Nur Hasan menilai pembangunan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah agar tidak membebani program pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.
Di sisi lain, anggota Fraksi Gerindra, Hanan Kukuh Ratmono, berpandangan pinjaman daerah diperlukan untuk mempercepat pembangunan. Menurutnya, apabila pemerintah hanya mengandalkan kemampuan anggaran yang tersedia, penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur, terutama jalan rusak dan pembangunan rumah sakit daerah, akan membutuhkan waktu lebih lama.
Hanan menilai Pemerintah Kabupaten Jember masih memiliki kapasitas fiskal untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok maupun bunga pinjaman, sehingga usulan dana talangan sebesar Rp786,5 miliar layak dipertimbangkan.
Sementara itu, anggota Fraksi PKB, Nurhuda Candra Hidayat, belum menentukan sikap. Ia menyatakan keputusan fraksinya akan bergantung pada penjelasan rinci dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), terutama terkait alokasi pinjaman sekitar Rp400 miliar yang direncanakan untuk pembangunan infrastruktur.
Ia berharap dalam pembahasan lanjutan, pemerintah dapat memaparkan secara detail lokasi proyek yang akan dilaksanakan di 31 kecamatan di Kabupaten Jember.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jember mengusulkan pinjaman daerah sebesar Rp786,5 miliar dalam Rancangan KUA-PPAS APBD 2027 untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur strategis.
<<<< Hafit
(27 views)