Seperti Orde Baru, PDIP Jember Sebut Rakyat Kini Dipaksa Bersaing dengan Negara

Kawan KISS FM.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan pemerintah yang dinilainya mulai menunjukkan irama seperti masa Orde Baru. Dalam forum Mimbar Bebas Refleksi Peristiwa 27 Juli 1996, yang berlangsung Minggu malam 26 Juli, di Kantor DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto mengatakan sejarah memang tidak selalu berulang, namun memiliki pola dan irama yang sama.

Widarto menilai masyarakat, khususnya generasi muda, kini tidak lagi hanya bersaing dengan sesama warga untuk memperoleh pekerjaan. Menurutnya, perluasan peran TNI dan Polri di sejumlah jabatan sipil membuat kesempatan lulusan yang memiliki kompetensi untuk menjadi aparatur sipil negara semakin terbatas.

Ia juga mengkritik sejumlah program pemerintah yang dinilai berdampak pada ruang usaha masyarakat. Menurut Widarto, pelaku usaha kecil, termasuk pedagang makanan di lingkungan sekolah, kini harus bersaing dengan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, Widarto menilai kondisi ekonomi masyarakat belum menunjukkan perbaikan. Ia menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah, lesunya aktivitas pasar, serta masih terjadinya pemutusan hubungan kerja di berbagai sektor. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tanda bahwa persoalan ekonomi rakyat memerlukan perhatian dan evaluasi serius.

Lebih jauh, Widarto menegaskan PDI Perjuangan akan tetap menjalankan fungsi sebagai penyalur aspirasi dan pengawas kebijakan pemerintah. Ia mengajak masyarakat tidak takut menyampaikan kritik terhadap berbagai program pemerintah apabila menemukan persoalan di lapangan, karena menurutnya kritik merupakan bagian dari upaya memperbaiki kebijakan agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

<<<< RUSDI

(211 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.