
Kawan KISS FM.
Gerakan edukasi kebersihan yang dilakukan siswa SMAK Santo Paulus Jember selama pelaksanaan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 tidak hanya menyoroti persoalan minimnya fasilitas tempat sampah, tetapi juga ketepatan waktu penyelenggaraan acara dan rendahnya kesadaran pengunjung dalam mengelola sampah.
Guru SMAK Santo Paulus Jember sekaligus Ketua Sobung Sarka Indonesia, Dina Putu Ayu Kristiyanti, Senin 27 Juli, menilai keterlambatan dimulainya rangkaian acara turut memengaruhi meningkatnya volume sampah di sepanjang rute karnaval.
Menurutnya, molornya jadwal membuat penonton menunggu lebih lama sehingga aktivitas membeli makanan dan minuman ikut meningkat. Dampaknya, sampah yang dihasilkan juga semakin banyak.
Dia menyebut acara ini memang mampu mengangkat UMKM dan menggerakkan perekonomian. Namun, jika jadwalnya molor, penonton semakin lama menunggu sehingga semakin banyak yang membeli makanan, dan sampah juga bertambah.
Selain faktor penyelenggaraan, Dina menegaskan perubahan perilaku masyarakat menjadi persoalan utama yang harus dibenahi. Ia berharap masyarakat tidak lagi memiliki anggapan bahwa sampah yang ditinggalkan akan selalu dibersihkan oleh petugas maupun relawan.
Dina mengungkapkan, gerakan edukasi kebersihan yang dilakukan siswa SMAK Santo Paulus di acara JFC telah berjalan selama 9 kali di setiap tahunnya. Tahun depan direncanakan menjadi tahun terakhir melakukan edukasi, untuk kemudian dilakukan evaluasi terhadap tingkat kemandirian masyarakat dalam menjaga kebersihan.
Menurutnya, indikator keberhasilan bukanlah banyaknya relawan yang turun ke lapangan, melainkan ketika masyarakat mampu menjaga kebersihan tanpa bergantung pada relawan.
Sebagai tindak lanjut, para siswa SMAK Santo Paulus berencana mengajukan audiensi dengan Bupati Jember untuk menyampaikan hasil evaluasi mereka selama turun menjadi relawan peduli sampah di kegiatan JFC. Mereka ingin menyampaikan langsung berbagai persoalan di lapangan beserta usulan perbaikan agar penanganan sampah tidak hanya berfokus pada pembersihan setelah acara, tetapi juga menyasar perubahan perilaku masyarakat.
Dina juga menilai edukasi tidak hanya perlu menyasar pengunjung, tetapi juga pelaku UMKM yang berjualan selama JFC. Menurutnya, instansi yang membina UMKM perlu ikut berperan dalam mengedukasi pedagang agar turut bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di sekitar area berjualan.
<<< ULIL
(56 views)