
Kawan KISS FM.
Sekitar 50 hingga 60 siswa SMAK Santo Paulus Jember diterjunkan selama tiga hari pelaksanaan Jember Fashion Carnaval (JFC) 24–26 Juli 2026. Para siswa hadir untuk mengedukasi penonton agar tidak membuang sampah sembarangan.
Para relawan tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga mengajak masyarakat mengamankan dan bila perlu membawa pulang sampahnya masing-masing.
Guru SMAK Santo Paulus Jember sekaligus Ketua Sobung Sarka Indonesia, Dina Putu Ayu Kristiyanti, mengatakan gerakan tersebut berbeda dengan aksi bersih-bersih setelah acara. Menurutnya, edukasi kepada penonton saat kegiatan berlangsung lebih efektif untuk membangun kesadaran menjaga kebersihan.
Dina menjelaskan, gerakan edukasi itu telah memasuki tahun kesembilan. Berdasarkan evaluasi selama mendampingi kegiatan JFC, persoalan sampah dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni minimnya fasilitas tempat sampah di sepanjang rute karnaval serta masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat.
Menurutnya, di sepanjang Jalan Sultan Agung hampir tidak tersedia tempat sampah yang memadai. Padahal, pada tahun sebelumnya relawan sempat memasang karung sebagai tempat sampah sementara di pagar, namun sebagian hilang. Sementara trash bag yang masih terpasang tetap dimanfaatkan oleh sebagian penonton.
Menurutnya, edukasi saja tanpa didukung fasilitas, hasilnya tidak maksimal. Banyak sampah akhirnya berserakan karena tertiup angin, lalu ketika berpindah tempat tidak ada yang merasa memiliki untuk memungutnya.
Dalam edukasi kepada penonton, relawan mengimbau agar sampah, terutama bungkus makanan berbahan plastik metalized, dimasukkan terlebih dahulu ke dalam kantong agar tidak mudah terbang, kemudian dibawa pulang apabila tidak menemukan tempat sampah.
Selama tiga hari pelaksanaan JFC, sekitar 50 hingga 60 relawan dari SMAK Santo Paulus terlibat setiap harinya. Mereka juga bertemu dengan tim Pramuka SMKN 4 Jember yang turut membantu mengumpulkan sampah di sekitar lokasi acara.
Berdasarkan perkiraan jumlah karung yang digunakan, relawan berhasil mengumpulkan sekitar 45 karung berukuran 50 kilogram selama kegiatan. Bahkan pada hari terakhir, sejumlah karung digunakan berulang kali sehingga diperkirakan total volume sampah yang terkumpul setara sekitar 60 karung.
Meski demikian, Dina menilai jumlah relawan dari berbagai kalangan di sepanjang rute karnaval masih perlu ditambah agar edukasi dan penanganan sampah dapat menjangkau lebih banyak penonton. Ia berharap penyelenggaraan JFC di tahun berikutnya didukung penyediaan tempat sampah yang memadai sehingga upaya membangun budaya bersih dapat berjalan lebih optimal.
<<<< ULIL
(37 views)