
Kawan KISS FM
Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Jember mencatat penyaluran kredit Bank Perekreditan Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah di wilayah Sekarkijang hingga Mei 2026 mencapai 2,17 triliun rupiah. Nilai tersebut tumbuh 4,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala OJK Jember, Aris Budiman, mengatakan kinerja BPR dan BPRS di wilayah Sekarkijang masih mengalami pertumbuhan pada semester pertama tahun 2026. Hingga Mei, total penyaluran kredit mencapai 2,17 triliun rupiah atau naik 4,28 persen secara tahunan. Kredit terbesar masih disalurkan ke sektor perdagangan besar dan eceran.
Dari total penyaluran tersebut, Kabupaten Jember menjadi daerah dengan nilai kredit terbesar, yaitu 989,58 miliar rupiah. Disusul Kabupaten Banyuwangi sebesar 267,08 miliar rupiah.
Kendati demikian, kinerja industri BPR dan BPRS perlu dievaluasi untuk melihat kondisi sekaligus tantangan yang dihadapi. Di antaranya penguatan permodalan, tata kelola, perlindungan konsumen, hingga penyusunan rencana aksi keuangan berkelanjutan. OJK juga mendorong perbaikan menyeluruh, mulai dari sumber daya manusia, aspek teknis, hingga strategis.
Aris menyatakan hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan perbaikan bagi BPR dan BPRS agar tetap menjaga kesehatan usaha di tengah tantangan industri jasa keuangan serta tetap berperan dalam pembiayaan sektor usaha di daerah.
Rusdi.
(47 views)