Musim Kemarau di Jember Diperkirakan Berlangsung hingga Akhir Oktober

Kawan KISS FM.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pos Meteorologi Jember memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Kabupaten Jember masih akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2026. Sementara itu, wilayah selatan Jember diperkirakan mengalami musim kemarau lebih panjang hingga akhir November.

Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, mengatakan secara klimatologis musim kemarau di wilayah Jember berlangsung sekitar enam bulan sejak Mei. Namun, keberadaan fenomena El Nino tahun ini berpotensi menambah durasi musim kemarau di sejumlah wilayah.

Untuk wilayah Jember bagian tengah dan utara, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November. Sedangkan wilayah selatan umumnya lebih lama, dengan selisih sekitar tiga dasarian atau hingga akhir November.

Hukama menjelaskan, El Nino merupakan fenomena iklim berskala global yang memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah, termasuk Indonesia bagian timur dan Jawa Timur.

Saat ini, lanjut dia, anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik telah mencapai sekitar 1,69 derajat Celsius. Angka tersebut menempatkan El Nino pada kategori kuat.

Dia menyebut kategori El Nino lemah berada pada kisaran 0,5 hingga 1, moderat 1 hingga 1,5, sedangkan kategori kuat berada pada rentang 1,5 hingga 2. Saat ini nilainya sekitar 1,69 sehingga masuk kategori kuat, bahkan diperkirakan mengarah ke sangat kuat pada Agustus hingga September.

Meski demikian, BMKG menilai kondisi musim kemarau di Kabupaten Jember masih berada dalam kategori normal. Artinya, dampak El Nino terhadap tingkat kekeringan di wilayah tersebut belum diperkirakan melampaui kondisi klimatologis yang biasa terjadi.

Menurut Hukama, BMKG juga telah menyampaikan perkembangan kondisi iklim tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dan pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta dampak lain yang mungkin muncul selama musim kemarau.

<<<< ULIL

(64 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.