
Kawan KISS FM
Pemerintah Kabupaten Jember mendeklarasikan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai upaya memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Deklarasi ini merupakan upaya agar kasus perundungan atau bullying di tingkat sekolah bisa terus ditekan.
Deklarasi berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat 10 Juli. Diikuti lebih dari 3.000 peserta dari jenjang TK, SD/MI, SMP hingga SMA se-Kabupaten Jember. Kemudian lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahjono, mengatakan deklarasi itu menjadi langkah konkret untuk membangun ekosistem pendidikan yang ramah anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, tanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang aman tidak hanya berada di tangan sekolah dan tenaga pendidik, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh perangkat daerah agar perlindungan terhadap peserta didik dapat berjalan secara optimal.
Melalui program tersebut, Pemkab Jember mendorong seluruh satuan pendidikan memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan komunikasi yang humanis antara guru dan siswa, serta mengembangkan budaya sekolah yang menghargai hak-hak anak.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan.
Di sisi lain, sebagai bagian dari implementasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan dilibatkan dalam pengawasan di sekitar lingkungan sekolah, khususnya pada jam-jam yang dinilai rawan. Pengawasan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan edukatif guna mencegah kenakalan remaja serta meminimalkan potensi terjadinya tindak kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.
<<<<ULIL
(46 views)