
Kawan KISS FM.
Kebijakan pembatasan pembuangan sampah ke TPA Pakusari mulai mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari MA Raudlatul Jannah di Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang.
Melalui program eco enzyme, para siswa berhasil mengolah limbah organik menjadi berbagai produk ramah lingkungan, seperti deterjen cair pembersih lantai, sabun cuci piring, pestisida alami, hingga pupuk cair.
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Jannah, Su’udy Munir, Sabtu 18 Juli mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program World Clean Up Day Indonesia Goes to School yang digelar di lingkungan madrasah.
Menurutnya, program tersebut mengajarkan siswa mengubah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat melalui proses pembuatan eco enzyme, yakni cairan hasil fermentasi limbah dapur seperti kulit buah dan sayuran yang dicampur gula merah, gula aren atau molase, serta air.
Setelah melalui proses fermentasi, eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembersih rumah tangga, pestisida alami, hingga pupuk cair. Dengan cara itu, limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan berubah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Munir menjelaskan, program tersebut juga menjadi sarana edukasi pengelolaan sampah bagi para siswa. Mereka diajarkan memilah sampah sejak dari sumbernya, kemudian mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah yang dibuang ke TPA.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersih Lingkunganku, Sehat Hidupku, Nyaman Belajarku” sebagai bentuk dukungan terhadap program pengelolaan sampah Pemerintah Kabupaten Jember.
Dalam pelaksanaannya, terdapat lima gerakan utama yang diterapkan di lingkungan madrasah, yakni membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sejak dari sumbernya, mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat, menjaga lingkungan untuk masa depan, serta membudayakan pola hidup bersih dan sehat.
Untuk mendukung program tersebut, pihak sekolah juga telah menyediakan tempat sampah terpisah untuk sampah organik, anorganik, dan kertas di sejumlah titik di lingkungan madrasah.
Munir berharap kebiasaan memilah dan mengolah sampah dapat tertanam sejak dini sehingga para siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
<<<<HAFIT
(60 views)