Limbah SPPG MBG Diduga Dibuang di Dekat Permukiman, Warga Candijati Keluhkan Bau Menyengat

Kawan KISS FM

Warga Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, mengeluhkan dugaan pembuangan limbah sisa makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Program Makan Bergizi Gratis, MBG, di lahan yang berada di dekat permukiman. Warga meminta pemerintah segera turun tangan karena khawatir limbah tersebut mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat.

Salah seorang warga, Jumantoro, mengatakan limbah diduga mulai dibuang di lokasi tersebut sejak dapur SPPG kembali beroperasi usai masa libur sekolah. Menurutnya, pembuangan dilakukan hampir setiap hari pada sore hari, sekitar pukul 15 lewat 45 menit hingga pukul 16.00 WIB.

Warga lainnya, Yogi, yang rumahnya berada tepat di samping lokasi pembuangan, mengaku aktivitas tersebut sangat mengganggu. Limbah yang dibuang berupa sisa sayuran dan makanan yang tidak habis, sehingga menimbulkan bau menyengat.

Yogi mengaku khawatir apabila pembuangan limbah terus dilakukan dalam jangka panjang, karena lokasinya berada tidak jauh dari permukiman warga dan sumber air sumur.

Menanggapi keluhan tersebut, penanggung jawab dapur SPPG di Arjasa, Zainul Arifin, membenarkan bahwa limbah organik sementara dibuang ke lahan milik pribadinya. Menurutnya, limbah yang dibuang merupakan sampah basah berupa sisa sayuran yang dimasukkan ke dalam lubang, kemudian ditimbun kembali setelah penuh sebelum membuat lubang baru.

Zainul menjelaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai solusi sementara menyusul kondisi tempat pembuangan sampah yang disebut mengalami kelebihan kapasitas. Ia menyebut pengelolaan itu juga merupakan bentuk penyesuaian terhadap kebijakan pemerintah daerah terkait penanganan sampah.

Meski demikian, ia memastikan akan mengevaluasi metode pembuangan tersebut apabila terbukti menimbulkan dampak bagi masyarakat. Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, DLH, untuk mendapatkan pendampingan mengenai pengelolaan limbah yang sesuai ketentuan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Jember dan instansi terkait segera melakukan pengecekan lapangan serta memastikan pengelolaan limbah dari dapur SPPG MBG tidak menimbulkan pencemaran lingkungan maupun mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

ULIL

(75 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.