Kontes Robot Indonesia Digelar di Jember, Siapkan Wakil Hadapi Persaingan Asia Pasifik

Kawan KISS FM

Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026 kembali digelar untuk menjaring tim terbaik yang akan mewakili Indonesia pada ajang ABU Robocon atau kontes robot tingkat Asia Pasifik di Hong Kong, Agustus mendatang. Kontes yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia digelar di Universitas Jember, mulai 9 hingga 12 Juli 2026.

Penanggung Jawab Program Peningkatan Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Yunita Priyoningsih, mengatakan KRAI merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari pembinaan talenta mahasiswa di bidang robotika. Juara nasional nantinya akan kembali diseleksi untuk mewakili Indonesia pada kompetisi internasional.

Yunita menjelaskan penyelenggaraan KRI 2026 merupakan hasil kolaborasi antara kementerian dengan Universitas Jember melalui skema pendanaan bersama atau co-funding. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan inovasi dan talenta mahasiswa di bidang teknologi.

Pada tahap penyisihan, KRAI 2026 diikuti 40 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 tim lolos ke babak final dengan peserta yang berasal dari Pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Universitas Sam Ratulangi di Manado.

Sementara itu, Dewan Juri KRAI, Benyamin Kusuma Putro, mengatakan dalam kompetisi tahun ini, setiap tim ditantang merancang dua robot yang mampu bekerja sama. Satu robot bergerak secara otonom, sementara robot lainnya dikendalikan operator. Keduanya harus saling berkoordinasi untuk menyusun balok sekaligus menghambat strategi lawan di arena pertandingan.

Menurut Amin, keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh kecepatan menyelesaikan misi, tetapi juga keandalan robot saat bertanding. Gangguan teknis sekecil apa pun dapat memengaruhi hasil akhir pertandingan.

Di balik pertandingan tersebut, mahasiswa juga mengasah kemampuan pemrograman, pemecahan masalah, kerja sama tim, serta pengambilan keputusan. Keterampilan itu dinilai menjadi bekal penting untuk mengembangkan teknologi otomasi yang kini semakin banyak diterapkan di berbagai sektor industri.

Lebih jauh Benyamin menegaskan, persaingan di tingkat internasional semakin ketat dengan hadirnya tim-tim kuat dari Tiongkok, Vietnam, Hong Kong, dan Jepang. Karena itu, tim yang lolos dari KRAI 2026 diharapkan mampu tampil maksimal dan membawa hasil terbaik bagi Indonesia pada ajang ABU Robocon tahun ini.

<<<<RUSDI

(52 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.