
Kawan KISS FM.
Belanja barang dan jasa menjadi komponen terbesar dalam rancangan APBD Kabupaten Jember 2027. Kenaikan proyeksi pendapatan daerah turut diikuti peningkatan alokasi belanja, terutama pada pos belanja barang dan jasa, belanja pegawai, serta belanja modal.
Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, menjelaskan belanja barang dan jasa mencapai sekitar Rp2 triliun atau 38 persen dari total belanja daerah. Pos terbesar berikutnya adalah belanja pegawai sebesar sekitar Rp1,38 triliun atau 25 persen, disusul belanja modal sekitar Rp1,15 triliun atau 21 persen.
Menurut Widarto, besarnya alokasi pada tiga komponen tersebut akan menjadi perhatian DPRD dalam pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027. Sebab, tingginya belanja daerah turut memicu proyeksi defisit anggaran yang harus dicermati secara seksama.
Untuk menutup defisit tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember merencanakan skema pinjaman daerah. Namun, rencana itu masih harus memperoleh persetujuan DPRD serta memenuhi ketentuan yang berlaku.
Kepastian mengenai struktur belanja maupun skema pembiayaan defisit akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dijadwalkan berlangsung Jumat.
<<<<< Hafit
(27 views)