
Kawan KISS FM.
Dampak musim kemarau di Kabupaten Jember semakin meluas. Setelah sebelumnya melanda Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, kini krisis air bersih juga terjadi di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat.
Sebanyak 325 kepala keluarga (KK) di dua dusun mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit sumber air dan sumur warga yang mulai mengering. Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, Kamis 9 Juli menjelaskan BPBD telah mendistribusikan bantuan air bersih ke Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, Desa Sumberjeruk, pada Rabu 8 Juli.
Menurutnya, kekeringan dipicu musim kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan sehingga debit air sumur warga menurun, sebagian menjadi keruh, sementara sumber mata air alami di sekitar permukiman juga mengalami penyusutan.
Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, warga terdampak di Dusun Kidul meliputi sekitar 60 KK di RT 1 RW 8 dari total 145 KK dan sekitar 15 KK di RT 1 RW 6 dari total 25 KK. Sementara di Dusun Karangpring, warga terdampak mencapai sekitar 210 KK di RT 2 RW 1 dari total 220 KK serta sekitar 40 KK di RT 1 RW 1 dari total 80 KK.
Edy menambahkan, distribusi bantuan dilakukan sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan. BPBD bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD menyiapkan empat tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Sementara Dinas PRKPLH mendistribusikan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
BPBD juga merekomendasikan agar distribusi air bersih ke Desa Sumberjeruk dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter hingga kondisi kekeringan berakhir.
<<<<HAFIT
(9 views)