
Wafatnya Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar kampus, para kolega, sahabat, serta guru-gurunya, Jumat 19 Juni. Sosok akademisi dan tokoh pendidikan Islam tersebut dikenang sebagai pemimpin yang rendah hati, sabar, dan mampu merangkul berbagai kalangan.
Salah satu kolega yang turut mengenang almarhum adalah Dr. Fathur Rosyid, dosen UIN KHAS Jember. Ia menceritakan dua pertemuan terakhirnya dengan Prof Hepni sehari sebelum sang rektor berpulang.
Menurut Fathur, pertemuan pertama berlangsung pada Rabu sore, 17 Juni 2026, saat pembukaan kegiatan review RKKL UIN KHAS Jember di Hotel Luminor. Acara yang dibuka langsung oleh Prof Hepni tersebut berlangsung mulai pukul 16.30 WIB hingga menjelang Magrib dan menjadi pertemuan formal terakhir mereka.
Keesokan harinya, Kamis 18 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, Fathur kembali bertemu Prof Hepni untuk meminta tanda tangan sejumlah berkas yang memerlukan persetujuan rektor. Saat itu, almarhum tampak kelelahan setelah menghadiri dan memberikan tausiah dalam kegiatan Haflatul Imtihan di Desa Suren, Kecamatan Ledokombo.
Usai menandatangani dokumen, keduanya sempat berbincang. Dalam percakapan tersebut, Prof Hepni menyampaikan bahwa dirinya masih memiliki agenda menguji disertasi pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.
Meski kondisi fisiknya menurun, Prof Hepni tetap menjalankan tugas akademiknya. Ujian disertasi tersebut akhirnya dilaksanakan secara daring dari rumah sekitar pukul 16.30 WIB. Namun sekitar pukul 17.00 WIB, almarhum mengeluhkan sakit perut disertai mual hingga kondisinya menurun. Ia kemudian dilarikan ke RS Kaliwates Jember sebelum dirujuk ke RSUD dr. Soebandi Jember.
Fathur mengenang Prof Hepni sebagai sosok pemimpin yang sabar dan akomodatif. Selama memimpin UIN KHAS Jember, almarhum dikenal mampu merangkul berbagai kelompok serta menjaga suasana kampus tetap harmonis.
Selain menjabat sebagai Rektor UIN KHAS Jember, Prof Hepni juga mengemban amanah sebagai Pengurus A’wan PWNU Jawa Timur serta Dewan Pakar Dewan Masjid Jawa Timur.
Kesaksian serupa disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Azhar Jember, KH Hamid Hasbullah. Ia menuturkan bahwa Prof Hepni merupakan pribadi yang tawadlu’ dan memiliki akhlak yang baik. KH Hamid juga mengenang bahwa semasa muda, almarhum pernah menimba ilmu di Pesantren Riyadlus Sholihin dan sempat berguru kepadanya.
Menurut KH Hamid, perjalanan hidup Prof Hepni tidak hanya ditandai oleh berbagai prestasi akademik, tetapi juga oleh keteladanan sikap, akhlak, dan pengabdian yang terus dikenang para guru serta orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya.
Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai tokoh Nahdlatul Ulama, di antaranya mantan Wakil Bupati Jember yang juga Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman, serta Rois Syuriah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad.
Kepergian Prof Hepni tidak hanya meninggalkan seorang istri dan dua putri tercinta, tetapi juga warisan pemikiran, keteladanan, dan dedikasi besar dalam pengembangan pendidikan Islam. Jejak pengabdian yang telah ditorehkannya diyakini akan terus hidup dan dikenang oleh banyak orang. Hafit
(78 views)