Puluhan Peserta Absen dalam UM-PTKIN di UIN KHAS Jember, Panitia Kaji Penyebab Ketidakhadiran

ilustrasi

Kawan KISS FM.

Puluhan calon mahasiswa baru tidak hadir pada hari pertama pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) di ruang BEC Kampus UIN KHAS Jember, Senin, 8 Juni 2026. Tim monitoring masih mengkaji penyebab ketidakhadiran para peserta, termasuk kemungkinan pemberian kesempatan mengikuti ujian susulan.

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN KHAS Jember, Nawawi, menjelaskan jumlah pendaftar yang memilih UIN KHAS Jember melalui jalur UM-PTKIN tahun ini mencapai 3.358 orang. Para peserta tersebut mengikuti ujian yang tersebar di berbagai kampus PTKIN di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.331 peserta mengikuti ujian langsung di kampus UIN KHAS Jember. Sementara peserta lainnya mengikuti ujian di kampus PTKIN sesuai domisili masing-masing. Adapun kuota penerimaan mahasiswa baru melalui jalur UM-PTKIN di UIN KHAS Jember tahun ini sebanyak 1.761 orang.

Menurut Nawawi, pelaksanaan ujian dibagi menjadi 12 sesi selama empat hari. Setiap hari berlangsung tiga sesi dengan enam ruang ujian yang digunakan secara bergantian.

Meski pelaksanaan berjalan lancar, panitia mencatat puluhan peserta tidak hadir. Pada sesi pertama terdapat 16 peserta yang absen, sedangkan pada sesi kedua sebanyak 18 peserta tidak mengikuti ujian. Sementara jumlah peserta yang tidak hadir pada sesi ketiga masih dalam tahap verifikasi panitia.

Sementara itu, anggota Panitia Nasional UM-PTKIN, Kusaeri, yang melakukan monitoring di UIN KHAS Jember menyatakan pelaksanaan ujian sejauh ini berlangsung tertib dan lancar. Bahkan, menurutnya, penyelenggaraan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Kusaeri menjelaskan fokus monitoring dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala teknis maupun praktik kecurangan selama ujian berlangsung.

Ia menambahkan, salah satu kendala yang kerap ditemukan dalam pelaksanaan UM-PTKIN adalah peserta yang tidak mengetahui jadwal ujian sehingga gagal hadir pada waktu yang telah ditentukan. Karena itu, Panitia Nasional akan menelusuri alasan ketidakhadiran para peserta sebelum menentukan langkah lanjutan.

Jika ketidakhadiran disebabkan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti tidak mengetahui jadwal ujian atau karena sakit, panitia akan mempertimbangkan pemberian kesempatan mengikuti ujian susulan. Namun, pelaksanaannya akan dijadwalkan kembali setelah proses verifikasi selesai dilakukan.

<<<<< Hafit

(173 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.