
Kawan KISS FM
Ketua Gapoktan Subur Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Totok Purwanto, pada Sabtu 6 Juni menyampaikan harapan, agar program perhutanan sosial yang digagas pemerintah, dapat segera direalisasikan melalui penerbitan sertifikat perhutanan sosial bagi petani di wilayah lereng Pegunungan Argopuro.
Menurut Totok, sebagian petani Jember, termasuk di Desa Darsono selama ini telah mengelola lahan yang masuk kawasan perhutanan sosial. Luas lahan yang dikelola petani Desa Darsono mencapai sekitar 70 hektare. Bahkan, jika digabung dengan seluruh petani di wilayah tersebut yang menggarap lahan perhutanan sosial, totalnya mencapai sekitar 200 hektare.
Potensi lahan tersebut dinilai sangat besar untuk mendukung sektor pertanian dan perkebunan, terutama komoditas kopi yang menjadi salah satu andalan masyarakat setempat. Karena itu, program perhutanan sosial memiliki tujuan yang baik karena dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani yang selama ini menggantungkan hidup dari lahan di kawasan hutan.
Totok berharap pemerintah segera mempercepat proses sertifikasi perhutanan sosial di Arjasa. Sebab hingga kini kawasan perhutanan sosial di lereng Argopuro, khususnya Desa Darsono dan sekitarnya, dinilai belum tersentuh program sertifikasi tersebut.
Sebelumnya, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengincar 41 ribu hektar hutan sosial yang ada di Jember untuk dimanfaatkan mengentas kemiskinan ekstrem. Fawait akan memperjuangkan agar masyarakat miskin ekstrem Jember memiliki akses mengelola lahan tersebut menjadi kebun kopi secara adil dan ramah lingkungan.
<<<< RUSDI
(69 views)