Pemulangan Haji Jember 2026 Diperkirakan Lebih Rumit: Koper Jamaah Diperkirakan Tiba Terpisah

Kawan KISS FM

Proses pemulangan jamaah haji asal Kabupaten Jember tahun 2026 diperkirakan akan menghadapi tantangan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, koper dan air zam-zam jamaah tidak lagi tiba bersamaan dengan rombongan haji saat kembali ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Jenggawah, Sucipto, menjelaskan informasi tersebut diperoleh dalam rapat koordinasi persiapan pemulangan jamaah haji yang digelar Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember bersama KBIHU dan IPHI pada Jumat, 5 Juni 2026.

Menurut Sucipto, berdasarkan skema yang disampaikan dalam rapat tersebut, koper dan air zam-zam diperkirakan baru tiba sekitar dua hingga tiga jam setelah jamaah sampai di Asrama Haji Sukolilo. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan persoalan, mulai dari keterlambatan distribusi hingga risiko koper tertukar atau hilang.

Ia menilai mekanisme pemulangan tahun ini lebih rumit dibandingkan tahun 2025. Sebab, pada musim haji sebelumnya, koper dan air zam-zam diangkut bersama jamaah dalam satu armada bus sehingga proses pemulangan berlangsung lebih praktis.

Perubahan sistem terjadi karena Panitia Penyelenggara Haji (PPH) Provinsi Jawa Timur tahun ini tidak lagi menyediakan tenaga pengangkut koper dari asrama haji menuju kendaraan penjemput. Tugas tersebut kini diserahkan kepada pemerintah daerah dan kelompok bimbingan ibadah haji.

Setiap kloter diwajibkan menyiapkan sedikitnya 30 relawan untuk membantu proses pengangkutan koper. Pemerintah Kabupaten Jember disebut siap menurunkan 24 petugas, sementara kebutuhan sisanya akan dipenuhi oleh KBIHU dan IPHI.

Namun demikian, persoalan muncul karena relawan dari KBIHU tidak ikut pulang bersama jamaah. Mereka harus menunggu kedatangan koper terlebih dahulu sebelum mendistribusikannya ke daerah masing-masing.

Selain itu, aturan baru juga membatasi waktu jamaah berada di Asrama Haji Sukolilo hanya sekitar 40 menit sebelum diwajibkan meninggalkan lokasi. Sementara koper dan air zam-zam baru datang beberapa jam setelahnya.

Sucipto menambahkan, potensi kendala terbesar diperkirakan terjadi pada kloter gabungan yang berisi jamaah dari beberapa kabupaten berbeda. Jember sendiri memiliki sejumlah kloter gabungan dengan daerah lain, sehingga proses identifikasi dan distribusi koper dikhawatirkan menjadi lebih rumit.

Sesuai hasil rapat koordinasi, koper jamaah nantinya akan dibagikan di titik pemulangan atau titik pemberangkatan masing-masing daerah. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat mengupayakan agar jamaah tetap dapat pulang bersamaan dengan koper mereka seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh, yang saat ini mendampingi jamaah di Arab Saudi, menyampaikan bahwa jadwal kepulangan jamaah Jember masih cukup lama karena seluruh jamaah masih berada di Madinah untuk melaksanakan Salat Arbain.

Melalui pesan WhatsApp, Nur Sholeh menegaskan pihaknya akan berupaya agar jamaah dapat kembali ke tanah air bersama koper mereka guna meminimalkan berbagai kendala saat proses pemulangan berlangsung.

<<<<< HAFIT

(68 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.