
Kawan KISS FM.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember mencatat jumlah investor pasar modal di Kabupaten Jember telah menembus 163 ribu investor hingga April 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di wilayah kerja OJK Jember yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.
Kepala OJK Jember Aris Budiman mengatakan, pertumbuhan jumlah investor pasar modal di wilayah Tapal Kuda mencapai 62,76 persen secara tahunan. Kondisi ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran dan literasi masyarakat terhadap berbagai instrumen investasi.
Menurut Aris, Jember menjadi daerah dengan jumlah investor terbanyak dibanding kabupaten lain di wilayah kerjanya. Namun dari sisi pertumbuhan, Lumajang mencatat kenaikan jumlah investor tertinggi, yakni mencapai 80,96 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain pasar modal, sektor perbankan juga menunjukkan perkembangan positif. Penyaluran kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terbesar tercatat di Banyuwangi, disusul Jember dan Situbondo. Sementara tingkat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tertinggi berada di Lumajang sebesar 22,99 persen.
OJK juga mencatat loan to deposit ratio (LDR) BPR tertinggi berada di Jember sebesar 136,01 persen. Angka tersebut mengindikasikan penyaluran kredit yang lebih besar dibandingkan penghimpunan dana masyarakat oleh BPR.
Sementara itu, sektor perusahaan pembiayaan atau leasing tumbuh 9,49 persen dengan rasio pembiayaan bermasalah sebesar 3,62 persen. Adapun sektor asuransi masih menunjukkan kondisi yang sehat, ditandai rasio premi terhadap klaim yang berada di atas 200 persen baik pada asuransi jiwa maupun asuransi umum hingga April 2026.
<<<< Rusdi
(58 views)