Jemaah Haji Jember Ziarah ke Makam Baqi, Kompleks Pemakaman Bersejarah di Masjid Nabawi

Pemakaman Baqi

Kawan KISS FM.

Jemaah haji Kloter 97 asal Kabupaten Jember memanfaatkan waktu di Madinah dengan melaksanakan ziarah ke Makam Baqi, salah satu kompleks pemakaman bersejarah yang berada di kawasan Masjid Nabawi. Ziarah dilakukan pada pagi hari setelah salat subuh sebelum para jemaah kembali ke hotel.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh, Senin 22 Juni menjelaskan bahwa pelaksanaan ziarah di Makam Baqi berbeda dengan tradisi ziarah yang biasa dilakukan di Indonesia. Jemaah tidak diperkenankan berdiam lama di area makam, melainkan berjalan menyusuri kompleks pemakaman sambil membaca doa dan mengirimkan tahlil kepada para penghuni makam.

Menurut Nur Sholeh, makam-makam di Baqi juga tidak dilengkapi identitas sebagaimana makam pada umumnya di Indonesia. Sebagian besar hanya ditandai dengan batu tanpa nama maupun penanda khusus lainnya sehingga jemaah tidak dapat mengidentifikasi secara langsung makam tokoh tertentu yang ingin diziarahi.

Nur Sholeh menambahkan, akses menuju Makam Baqi cukup terbuka bagi para jemaah. Selama pintu kompleks pemakaman dibuka, jemaah dapat masuk untuk berziarah tanpa harus melakukan pendaftaran khusus. Karena berada di lingkungan Masjid Nabawi, para pengunjung juga diharapkan tetap menjaga kesopanan dan ketertiban selama berada di kawasan tersebut.

Usai berziarah, rombongan jemaah kembali menuju hotel untuk sarapan. Perjalanan menuju Makam Baqi dilakukan dengan berjalan kaki sambil menikmati suasana pagi di sekitar Masjid Nabawi. Pada waktu tersebut kawasan sekitar masjid sudah ramai oleh aktivitas jemaah dari berbagai negara. Pemandangan payung-payung Masjid Nabawi yang mulai terbuka serta banyaknya burung merpati di pelataran masjid menjadi daya tarik tersendiri bagi para jemaah.

Terkait kondisi kesehatan, Nur Sholeh menyebut secara umum jemaah Kloter 97 dalam keadaan baik. Meski demikian, beberapa jemaah mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk dan kelelahan akibat padatnya aktivitas ibadah selama berada di Madinah.

Aktivitas jemaah setiap hari cukup padat karena harus menyesuaikan waktu salat berjamaah di Masjid Nabawi. Dalam sehari, sebagian besar jemaah melakukan perjalanan pulang-pergi antara hotel dan masjid hingga beberapa kali, mulai dari salat subuh, zuhur, hingga rangkaian salat asar, magrib, dan isya.

<<<<< Reza

(56 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.