Jelang Kepulangan, Jemaah Haji Jember Mulai Timbang Koper dan Persiapkan Dokumen Perjalanan

Ilustrasi

Kawan KISS FM.

Proses persiapan kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Jember mulai dilakukan menjelang jadwal pemulangan dari Arab Saudi. Salah satu tahapan yang saat ini berlangsung adalah penimbangan koper untuk memastikan barang bawaan jemaah sesuai dengan ketentuan maskapai penerbangan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh, Senin 22 Juni menjelaskan bahwa penimbangan koper dilakukan dua hari sebelum keberangkatan. Petugas maskapai akan mendatangi hotel tempat jemaah menginap untuk memastikan koper besar tidak melebihi batas maksimal 32 kilogram, sedangkan koper kabin dibatasi hingga 7 kilogram.

Nur Sholeh mengimbau seluruh jemaah agar memastikan koper besar telah dikemas dan dikunci sebelum jadwal penimbangan dilakukan. Sebab, setelah proses tersebut, jemaah tidak diperkenankan lagi menambah barang bawaan ke dalam koper besar.

Selain memperhatikan berat koper, jemaah juga diminta mematuhi aturan terkait barang-barang yang dilarang masuk bagasi maupun kabin pesawat. Salah satu yang masih sering ditemukan adalah upaya membawa air zamzam di luar ketentuan yang berlaku.

Di samping persoalan barang bawaan, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian menjelang kepulangan. Setiap jemaah harus dipastikan dalam kondisi layak terbang agar dapat kembali ke tanah air bersama kloternya. Apabila terdapat jemaah yang sakit dan dinyatakan tidak layak terbang oleh tim medis, maka yang bersangkutan akan dipulangkan bersama kloter berikutnya setelah kondisi kesehatannya membaik.

Untuk proses kedatangan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Nur Sholeh menyebut mekanisme tahun ini lebih sederhana dibanding sebelumnya. Setelah tiba, jemaah hanya menjalani proses verifikasi singkat sebelum langsung diberangkatkan menuju daerah asal menggunakan bus yang telah disiapkan. Tidak ada lagi seremoni penyambutan yang memakan waktu lama sehingga proses kepulangan diperkirakan hanya berlangsung sekitar 40 menit hingga satu jam.

Meski demikian, terdapat kemungkinan koper tidak tiba bersamaan dengan jemaah. Hal ini karena pada musim haji tahun ini tidak disediakan tenaga porter khusus untuk membantu pemindahan koper dari gudang ke armada bus. Proses distribusi barang bawaan akan mengandalkan petugas pendamping bus yang jumlahnya terbatas.

Nur Sholeh berharap seluruh rangkaian pemulangan berjalan lancar tanpa kendala, termasuk jadwal penerbangan yang direncanakan berlangsung mulai 24 Juni mendatang. Seperti saat keberangkatan, jemaah juga akan menjalani penerbangan transit sebelum melanjutkan perjalanan menuju Indonesia.

<<<<< Reza

(60 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.