Jamaah Haji Asal Pakusari Gagal Dipulangkan Lebih Awal Karena, Kondisi Kesehatan

kabar

Kawan KISS FM.

Rencana pemulangan lebih awal seorang jamaah haji asal Kabupaten Jember melalui mekanisme tanazul atau mutasi kloter terpaksa ditunda. Jamaah bernama Asmani Abdul Bari, warga Desa Bedadung Gumuksuda, Kecamatan Pakusari, belum dapat diterbangkan ke Indonesia karena kondisi kesehatannya dinilai belum memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan udara.

Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Fasilitas Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Jember, Irvan Irdhian, Kamis 18 Juni menjelaskan Asmani sebelumnya telah dipindahkan dari Kloter 97 ke Kloter 56 setelah menjalani perawatan oleh Tim Medis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Berdasarkan data PPIH Arab Saudi, pada 12 Juni 2026 yang bersangkutan dirujuk melalui layanan medis dan mendapatkan penanganan di Pusat Kesehatan Haji 72 Makkah. Sehari kemudian, PPIH menerbitkan surat mutasi kloter yang memindahkan Asmani dari Kloter Sub 97 ke Sub 56 untuk memudahkan proses pemulangan.

Awalnya, jamaah tersebut dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 15 Juni 2026 menggunakan pesawat Saudi Airlines. Namun saat menjalani pemeriksaan kesehatan menjelang keberangkatan, tim medis menyatakan kondisinya belum layak terbang sehingga proses pemulangan harus dibatalkan.

Irvan mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan kondisi kesehatan jamaah tersebut serta informasi terbaru dari PPIH Arab Saudi terkait jadwal pemulangan berikutnya.

Saat ini pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari PPIH Arab Saudi. Pemulangan akan dilakukan setelah kondisi jamaah dinyatakan layak untuk melakukan perjalanan udara.

Sebelumnya, dua jamaah haji asal Kabupaten Jember juga menjalani tanazul pemulangan karena alasan kesehatan. Mereka adalah Arifin Abdullah, warga Kecamatan Kaliwates, dan Satubi Umar, warga Desa Serut, Kecamatan Panti. Jika Asmani nantinya berhasil dipulangkan melalui mekanisme yang sama, maka jumlah jamaah haji Jember yang menjalani tanazul menjadi tiga orang.

Tanazul kloter merupakan mekanisme pemindahan jamaah antar kelompok terbang yang biasanya dilakukan karena faktor kesehatan, usia lanjut, atau pertimbangan lain agar jamaah memperoleh pendampingan dan jadwal kepulangan yang lebih sesuai dengan kondisinya.

Sementara itu, Kementerian Agama Kabupaten Jember masih menunggu kedatangan jamaah haji asal Jember yang tergabung dalam sejumlah kloter gabungan. Berdasarkan jadwal yang diterima, mulai Jumat 19 Juni akan tiba jamaah dari Kloter 71 sebanyak empat orang, sedangkan Kloter 84 dan Kloter 86 masing-masing membawa dua jamaah asal Jember.

<<<< HAFIT

(52 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.