
Kawan KISS FM.
Komandan Kodim 0824 Jember, Letnan Kolonel Infanteri Rifqi Muhammad Syuhada, menegaskan bahwa rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Batalyon TP) di Desa Silo, Kabupaten Jember, tidak memiliki kaitan dengan aktivitas pertambangan maupun penggusuran lahan petani. Ia menyebut isu yang beredar di masyarakat telah menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu stabilitas wilayah.
Komandan Kodim 0824, Letnan Kolonel Infanteri Rifqi Muhammad Syuhada, Kamis 18 Juni mengaku bahwa seluruh proses perencanaan pembangunan Batalyon TP telah melalui tahapan koordinasi berlapis, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, Forkopimda, hingga melibatkan Perhutani dan BPN. Rifqi menyebut sedikitnya enam kali rapat telah digelar untuk membahas rencana tersebut sebelum masuk tahap sosialisasi ke masyarakat.
Terkait penentuan lokasi di Desa Silo didasarkan pada ketersediaan lahan milik negara serta pertimbangan strategi pertahanan wilayah, bukan karena kepentingan lain seperti pertambangan atau pengambilalihan lahan pertanian. Selain itu, seluruh proses perencanaan juga telah melalui verifikasi dan pengecekan oleh Kementerian Pertahanan.
Kendati demikian, Rifqi mengakui bahwa upaya melakukan sosialisasi terkait rencana tersebut masih terbilang kurang. Kendati demikian, pihaknya terbuka terhadap berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan DPRD, serta menyatakan evaluasi dilakukan setelah muncul dinamika di lapangan.
Lebih lanjut, Rifqi menjelaskan bahwa program Batalyon TP merupakan bagian dari program nasional pertahanan dan ketahanan pangan yang juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui perputaran aktivitas ekonomi lokal. Namun demikian, ia menegaskan rencana tersebut saat ini masih dalam tahap evaluasi dan penyesuaian, pasca mendapat penolakan dari petani pengelola lahan.
<<<< RUSDI
(60 views)