12 Orang Terserang DBD, PMI Jember Ajak Warga Rutin Jaga Kebersihan Lingkungan

Kawan KISS FM.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mengimbau warga Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul, untuk terus menjaga kebersihan lingkungan setelah 12 warga setempat terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengatakan fogging atau pengasapan saja tidak cukup untuk memutus rantai penyebaran DBD. Masyarakat juga harus aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menjaga lingkungan tetap bersih secara berkelanjutan.

Sebelumnya, sebanyak 12 warga Dusun Tegal Paron RT 02 RW 08, Desa Selodakon, dilaporkan terserang DBD. Menyikapi kondisi tersebut, PMI Jember menerjunkan delapan personel untuk melaksanakan fogging dan kegiatan PSN serentak pada Jumat pagi, 5 Juni 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa, serta mendapat dukungan dari perangkat desa, petugas puskesmas, kader posyandu, dan tokoh masyarakat setempat.

Zainollah menjelaskan, fogging yang dilakukan PMI merupakan tindakan ketiga setelah sebelumnya dua kali pengasapan dilakukan oleh petugas puskesmas setempat. Namun, jumlah penderita justru mengalami peningkatan.

Pada pelaksanaan fogging pertama yang dilakukan pada 22 Mei lalu, tercatat lima warga terjangkit DBD. Sepekan kemudian, jumlah kasus meningkat menjadi 12 orang sehingga dilakukan pengasapan kedua pada 29 Mei 2026.

Melihat perkembangan tersebut, Pemerintah Desa Selodakon kemudian meminta bantuan PMI Jember untuk melakukan fogging lanjutan sekaligus memperkuat kegiatan PSN bersama berbagai pihak terkait.

Zainollah mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan serta rutin membersihkan lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Selain fogging, petugas Puskesmas Klatakan bersama kader posyandu juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.

Menurutnya, edukasi tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti sehingga penyebaran DBD dapat dicegah sejak dini.

Hafit.

(69 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.