Wamen Komdigi Ingatkan Bahaya Hubungan Anak dengan Artificial Intelligence

Nezar Patria

Kawan KISS FM//

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, mengingatkan masyarakat terhadap dampak serius penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin masif di kalangan anak-anak. Menurutnya, tanpa pengawasan dan pemahaman yang tepat, interaksi anak dengan teknologi AI dapat memicu hubungan sintetis yang berbahaya dan mengganggu relasi sosial di dunia nyata.

Pernyataan tersebut disampaikan Nezar saat menghadiri launching Festival Egrang ke-14 Tanoker di area Pasar Lumpur, Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu 9 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian Festival Egrang sekaligus peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Dalam paparannya, Nezar menilai perkembangan teknologi generative AI saat ini memungkinkan masyarakat dengan mudah membuat video, gambar, tulisan, hingga melakukan percakapan interaktif dengan robot kecerdasan buatan.

Menurut dia, kondisi itu berpotensi membuat anak-anak terlalu larut dalam interaksi digital hingga membangun hubungan emosional dengan robot AI. Bahkan, ia menyebut terdapat kasus di luar negeri ketika anak lebih memercayai robot artificial intelligence dibandingkan orang tua maupun lingkungan sekitarnya.

Nezar mengungkapkan, di beberapa kasus di Eropa, terdapat anak yang nekat mengakhiri hidup setelah mengikuti instruksi dari robot artificial intelligence. Karena itu, ia menilai penggunaan AI tanpa edukasi yang memadai dapat menjadi ancaman serius bagi anak-anak.

Ia menegaskan penting bagi orang tua membekali anak dengan pemahaman tentang kecerdasan buatan agar teknologi tersebut dimanfaatkan secara bijak, bukan justru membuat manusia menjadi budak teknologi. 

Menurutnya, perkembangan artificial intelligence tidak dapat dihindari karena abad ke-21 merupakan era kecerdasan buatan. Saat ini, kata dia, masyarakat bahkan telah berinteraksi dengan AI dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai platform digital seperti WhatsApp, Facebook, Google, hingga layanan Meta AI dan Gemini.

Nezar menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi orang tua. Sebab, anak-anak kini bisa menanyakan berbagai hal langsung kepada robot AI dan merasa jawaban yang diberikan lebih memuaskan dibandingkan jawaban dari orang tua.

<<<< Ulil

(50 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.