
Kawan KISS FM.
Kisah inspiratif datang dari seorang jamaah calon haji (JCH) asal Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember. Imam Syafii (60), seorang tukang bangunan, menunjukkan tekad kuat untuk menunaikan ibadah haji dengan cara yang tidak biasa. Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Rabu, 13 Mei 2026.
Imam Syafii yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIHU) Assuniyah Kencong ini menabung secara mandiri menggunakan uang logam pecahan Rp1.000 selama kurang lebih 14 tahun. Dari kebiasaan tersebut, ia berhasil mengumpulkan uang logam dengan total berat lebih dari 1 kwintal.
Pembimbing KBIHU Assuniyah Kencong sekaligus owner PT Assuniyah Wisata Kencong, KH Ahmad Ghonim Jauhari, Sabtu (2/5/2026), menjelaskan bahwa salah satu jamaahnya melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) menggunakan uang tunai dalam bentuk koin pecahan Rp1.000 dengan total berat mencapai 1 kwintal 7 kilogram.
Menurut Gus Ghonim, metode pelunasan tersebut mencerminkan kesabaran dan keuletan jamaah dalam menabung demi mewujudkan panggilan ibadah haji. Ia menegaskan bahwa ibadah haji membutuhkan pengorbanan serta semangat yang kuat.
Menurutnya ini bisa menjadi inspirasi bahwa dari uang receh pecahan seribu rupiah bisa terkumpul menjadi jumlah besar. Hal ini menjadi motivasi masyarakat lain untuk segera menjadi tamu Allah SWT.
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh. Ia menyebut Imam Syafii tergabung dalam kloter 85 dan akan diberangkatkan pada 13 Mei 2026.
Nur Sholeh turut mengapresiasi ketekunan dan kesabaran Imam dalam mengumpulkan biaya haji dari hasil jerih payahnya sendiri melalui tabungan koin pecahan kecil.
Sementara itu, Imam Syafii mengaku mulai menabung sejak mendaftar haji pada tahun 2012. Sejak saat itu, ia terus menyisihkan penghasilannya hingga akhirnya mampu melunasi Bipih tanpa harus menjual aset maupun berutang kepada pihak lain. Fit.
(48 views)