
Kawan KISS FM.
Kasus dugaan keracunan yang menimpa 18 murid taman kanak-kanak di Kecamatan Kaliwates usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu perhatian serius di Kabupaten Jember.
Peristiwa tersebut dinilai menjadi tamparan keras, terlebih Jember saat ini diproyeksikan sebagai pilot project nasional program MBG.
Satgas MBG Jember bahkan meminta adanya sanksi yang lebih tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi penyebab insiden keracunan tersebut, agar muncul efek jera bagi pengelola program.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Jember sekaligus Kepala Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, Sabtu 23 Mei 2026 mengatakan, pemerintah daerah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap SPPG yang bermasalah.
Menurut Fauzi, berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi yang dilakukan, hingga kini belum ada SPPG di Jember yang mendapatkan sanksi penghentian operasional permanen. Alasannya, jumlah kuota SPPG di Jember dinilai masih belum terpenuhi.
Namun demikian, Fauzi menegaskan keselamatan penerima manfaat program harus menjadi prioritas utama dibanding sekadar mengejar target jumlah SPPG.
Maka, kata Fauzi, harus ada tindakan yang lebih tegas agar menjadi perhatian serius bagi pengelola MBG. Keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, harus lebih diutamakan daripada sekadar memenuhi kuota.
Ia menilai insiden yang terjadi di Kaliwates beberapa hari lalu harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pengelola program MBG di Jember.
Fauzi juga mendorong adanya langkah nyata agar pengawasan terhadap kualitas makanan dan tata kelola distribusi MBG diperketat, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
Meski demikian, ia menegaskan Satgas MBG Jember hanya memiliki kewenangan memberikan rekomendasi. Sementara keputusan terkait penghentian operasional SPPG sepenuhnya berada di tangan pihak pengampu kebijakan.
Sebelumnya, Kepala SPPG Jember Kaliwates, Ahmad Farid Anam, telah menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia mengaku pihaknya langsung melakukan penanganan terhadap para korban sejak laporan diterima pada sore hari.
Saat ini, operasional SPPG terkait juga telah dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.
Hafit.
(53 views)