
Kawan KISS FM,
Polemik dugaan anggota Komisi D DPRD Jember yang bermain game dan merokok saat rapat resmi terus menuai sorotan. Tidak hanya dari kalangan warganet, organisasi mahasiswa juga mengecam tindakan tersebut karena dinilai mencederai etika lembaga legislatif.
Ketua PC PMII Jember, Muhammad Taufiqqurahman, kepada KISS FM menyampaikan kecamannya. Ia menilai perilaku tersebut menunjukkan sikap tidak serius dalam membahas persoalan penting yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, rapat tersebut membahas isu krusial, mulai dari kasus luar biasa (KLB) campak hingga persoalan stunting yang berkaitan langsung dengan nasib masyarakat kurang mampu. Karena itu, tindakan bermain game dan merokok di tengah rapat dianggap sebagai bentuk pelanggaran etika sekaligus penghinaan terhadap rakyat kecil.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember itu pun mendesak Badan Kehormatan DPRD Jember segera melakukan pemeriksaan etik secara objektif tanpa adanya perlindungan politik terhadap pihak tertentu.
Sementara itu, anggota Badan Kehormatan DPRD Jember, Ahmad Kholil Asy’ari, menghargai aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Namun hingga kini, BK DPRD Jember disebut belum menerima laporan resmi maupun disposisi dari pimpinan DPRD terkait dugaan pelanggaran tersebut.
Kholil menjelaskan, Badan Kehormatan bekerja berdasarkan mekanisme aturan dan kode etik yang berlaku. Karena itu, pihaknya belum dapat memproses kasus sebelum ada laporan resmi yang masuk. Meski demikian, ia memastikan BK akan menindaklanjuti persoalan tersebut apabila laporan dan disposisi pimpinan telah diterima.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan oknum anggota Komisi D DPRD Jember diduga bermain game dan merokok saat rapat pembahasan KLB campak, rubella, dan stunting pada Senin 11 Mei 2026 viral di media sosial.
Rekaman itu memicu gelombang protes dari warganet yang menyampaikan kekecewaan terhadap sikap anggota dewan dalam forum resmi.
Hafit.
(91 views)