
Kawan KISS FM.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, M. Arum Sabil, menegaskan Gerakan Pramuka harus mengambil peran lebih nyata di tengah persoalan sosial yang dihadapi generasi muda, terutama meningkatnya gangguan kesehatan mental pascapandemi.
Pernyataan itu disampaikan dalam agenda kerja sama Kwarda Pramuka Jatim dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dan Fakultas Kedokteran Unusa, di Padepokan Arum Sabil, Kecamatan Tanggul, Selasa, 19 Mei 2026.
Arum Sabil menyebut Pramuka tidak cukup hanya hadir sebagai organisasi berbasis kegiatan seremonial dan atribut. Ia menilai organisasi kepanduan harus mampu menjawab persoalan riil di masyarakat, termasuk tekanan mental yang kini banyak dialami remaja.
Menurutnya, berbagai data menunjukkan kasus kecemasan, depresi, dan tekanan akademik pada remaja meningkat setelah pandemi. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius karena dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Karena itu, Kwarda Pramuka Jatim menggandeng Fakultas Kedokteran Unusa menjalankan program bertema kesehatan mental bagi generasi muda. Program tersebut diarahkan untuk membangun ketahanan mental dan karakter anggota Pramuka agar lebih siap menghadapi tantangan sosial maupun perkembangan teknologi.
Arum Sabil menyebut, dengan 38 kwartir cabang dan sekitar 3,4 juta anggota aktif, Pramuka Jawa Timur memiliki potensi besar membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan peduli terhadap lingkungan sosial.
Selain membahas isu kesehatan mental, kegiatan itu juga diisi pembagian bibit tanaman kepada kwartir cabang se-Jawa Timur. Sebanyak 1.965 bibit yang merupakan pemberian dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu berupa kelapa pandan wangi dan pisang mas kirana. Pembagian bibit tersebut sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Rusdi.
(83 views)