
Kawan KISS FM.
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas dinilai layak menjadi contoh pengelolaan sampah nasional.
Sistem pengelolaan yang melibatkan masyarakat dari hulu hingga hilir tersebut tidak hanya mampu menekan volume sampah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Melihat keberhasilan itu, Komisi A DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten Jember mereplikasi pola pengelolaan sampah TPST BLE Banyumas untuk mengatasi persoalan darurat sampah di TPA Pakusari.
Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni, Sabtu 23 Mei 2026 menjelaskan, pihaknya melakukan studi pengelolaan sampah ke Kabupaten Banyumas guna mempelajari sistem pengelolaan yang efektif sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Tabroni, hasil kunjungan kerja tersebut menunjukkan bahwa konsep pengelolaan sampah Banyumas sangat memungkinkan diterapkan di Kabupaten Jember, khususnya untuk menangani persoalan di TPA Pakusari yang dinilai memiliki karakteristik serupa.
Ia menyebut, TPST BLE Banyumas menjadi salah satu lokasi pengelolaan sampah dengan penilaian terbaik di tingkat nasional. Keberhasilan itu, kata dia, tidak dicapai secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dimulai sejak pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan pendirian TPST BLE pada 2017.
Tabroni menjelaskan, sejak awal masyarakat di Banyumas terus diberikan edukasi untuk memilah sampah rumah tangga mulai dari sampah organik, anorganik, hingga limbah B3 atau bahan berbahaya dan beracun.
Selanjutnya, sampah yang telah dipilah diambil oleh KSM untuk diolah menggunakan peralatan yang tersedia. Sementara residu hasil pengolahan dikirim kembali ke TPST BLE untuk diproses lebih lanjut.
Menurutnya, residu sampah tersebut kemudian dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif melalui kerja sama dengan industri semen. Selain itu, sebagian limbah juga diolah menjadi produk bernilai ekonomis seperti pupuk organik dan paving block.
Tabroni berharap Pemkab Jember dapat memperkuat edukasi pengelolaan sampah sejak dini kepada masyarakat, sekaligus membentuk lebih banyak KSM maupun bank sampah seperti yang diterapkan di Banyumas.
Ia juga mendorong pemerintah daerah menyiapkan sarana pengolahan sampah yang memadai sebelum sampah dibuang ke TPA, termasuk mengupayakan dukungan APBN untuk pengadaan alat produksi.
Selain itu, kerja sama dengan perusahaan swasta juga dinilai penting dilakukan, terutama dengan industri semen di Jember yang berpotensi memanfaatkan residu sampah sebagai bahan bakar alternatif.
Hafit.
(41 views)