DKP3 Jember Ungkap Penyebab Harga Kambing dan Domba Sempat Murah dalam Waktu Lama

Kawan KISS FM

Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Jember mengungkap penyebab harga kambing dan domba sempat mengalami penurunan dan bertahan murah cukup lama pasca merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Bidang Peternakan DKP3 Kabupaten Jember, Elok Kristanti, Jumat 8 Mei mengatakan kondisi tersebut dipicu meningkatnya populasi ternak kambing dan domba setelah banyak peternak beralih dari sapi ke ternak ruminansia kecil.

Menurut Elok, saat wabah PMK menyerang di akhir tahun 2024 hingga 2025, banyak peternak mulaimempertimbangkan risiko kerugian yang lebih besar pada sapi. Karena itu, sebagian peternak memilih memelihara kambing dan domba yang dinilai lebih tahan terhadap dampak penyakit.

Ia menjelaskan, kambing dan domba memang tetap dapat terpapar PMK, namun efeknya tidak separah pada sapi. Tingkat kematian ternak kecil juga relatif lebih rendah sehingga dianggap lebih aman secara ekonomi bagi peternak.

Akibat peralihan tersebut, populasi kambing dan domba di Jember meningkat cukup signifikan. Kondisi stok yang melimpah inilah yang kemudian membuat harga kambing dan domba di pasaran cenderung turun dan bertahan murah dalam waktu cukup lama.

Meski harga sempat melemah, Elok memastikan kondisi tersebut justru membuat stok hewan kurban di Jember sangat aman menjelang Iduladha 2026. 

Ia menambahkan, Kabupaten Jember selama ini juga menjadi salah satu daerah pemasok ternak ke berbagai wilayah lain saat momentum hari besar keagamaan. Pengiriman hewan ternak biasanya meningkat menjelang Iduladha, baik ke daerah sekitar maupun luar Jawa Timur.

<<<< Ulil

(48 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.