Distribusi MBG SPPG Kaliwates Dihentikan Sementara Setelah 18 Murid TK Diduga Keracunan

Ahmad Farid Anam

Kawan KISS FM.

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliwates 7 di Jalan Teratai, Jember, menyusul dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami 18 murid taman kanak-kanak.

Sejak Kamis, dapur MBG tersebut tidak lagi mendistribusikan makanan ke 15 sekolah penerima dengan total sekitar 2.250 porsi.

Kepala SPPG Kaliwates di Jalan Teratai, Ahmad Farid Anam, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menimpa para siswa tersebut. Ia menegaskan penghentian distribusi dilakukan sebagai langkah awal sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab kejadian.

Menurut Farid, selama dua hari terakhir pihaknya tidak menjalankan operasional maupun pengiriman makanan karena status layanan masih disuspend sementara. Ia meminta masyarakat menunggu hasil resmi uji laboratorium agar tidak muncul spekulasi maupun tuduhan yang belum terbukti. 

Farid menjelaskan, menu MBG pada Selasa lalu dibedakan menjadi dua jenis porsi. Porsi besar dengan bumbu merah diberikan kepada siswa kelas 4 SD ke atas, sedangkan porsi kecil berbumbu kuning disiapkan untuk murid TK. Menu pendamping yang dibagikan meliputi jeruk, timun, dan tahu crispy.

Ia juga mengaku masih bingung dengan dugaan penyebab keracunan karena terdapat kasus kakak beradik dengan kondisi berbeda. Sang adik disebut mengonsumsi makanan lebih banyak namun tetap sehat, sementara kakaknya mengalami gejala keracunan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, Kepala Satgas MBG Kabupaten Jember yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi, merespons tegas kejadian tersebut. Sebelum meninjau langsung lokasi dapur SPPG, Fauzi lebih dulu mengeluarkan pernyataan sikap agar operasional SPPG Mitra Kaliwates 7 ditutup sementara.

Menurut Fauzi, dapur MBG tersebut sebelumnya juga beberapa kali mendapat peringatan karena adanya keluhan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e. 

Ia menambahkan, pascakejadian ini Satgas MBG bersama jaringan institusi terkait akan lebih aktif melakukan pemeriksaan terhadap kondisi dapur MBG di sejumlah kecamatan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

<<<< Hafit

(58 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.