Kawan KISS FM,
Perum Bulog Cabang Jember mencatat serapan gabah kering panen mencapai 168 ribu ton sejak Januari hingga awal April 2026. Capaian ini turut mendorong kenaikan harga gabah di tingkat petani.
Kepala Kantor Cabang Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, menyampaikan bahwa serapan gabah dan beras dilakukan secara intensif sejak awal tahun hingga saat ini. Upaya tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya dalam menangani gabah petani yang terdampak curah hujan tinggi.
Kondisi itu membuat Bulog lebih leluasa menyerap gabah dan beras langsung dari petani, sehingga distribusi hasil panen tetap terjaga. Selain itu, harga gabah di tingkat petani juga menunjukkan tren kenaikan yang dinilai positif bagi kesejahteraan petani.
Pada awal tahun, harga gabah berada di kisaran 6.100 rupiah per kilogram, sementara Bulog menetapkan harga pembelian pemerintah sebesar 6.500 rupiah per kilogram. Memasuki April, harga gabah varietas tertentu seperti Legowo naik menjadi sekitar 6.700 rupiah per kilogram. Sementara untuk varietas Impari atau IR-64 di wilayah selatan Jember, harga bahkan mencapai 8.000 rupiah per kilogram.
Ade berharap kenaikan harga tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
<<<< RUSDI
(180 views)